Prajurit TNI Kembali ke Daerah Asal, Tepatkah?
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 11:32 WIB
loading...
KSAD mengusulan ajar prajurit TNI bertugas di daerah asalnya. FOTO/WAWAN BASTIAN
A
A
A
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memerintahkan para Panglima Kodam memindahkan prajurit ke daerah asal. Ia menginginkan para prajuritnya dekat bisa berkumpul dengan keluarga.
Dalam keterangannya di Kodam Jaya, beberapa waktu lalu, KSAD beralasan, pengembalian prajurit ke daerah asalsebagai solusi agar mereka bisa berhemat.
Dia mencontohkan prajurit Kodam Jaya yang berasal dari daerah harus mengeluarkan biaya untuk tinggal di Jakarta. Termasuk untuk mengontrak tempat tinggal di Ibu Kota yang terbilang mahal, karena biaya Rp1,5 juta hanya mendapat rumah bedeng.
Sekilas, kebijakan yang diambil KSAD masuk akal dan manusiawi. Bahkan, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan apresiasinyakarena memandangprajuritTNI memiliki keterikatan kuat dengan daerah. Dengan logika ini, nantinya prajurit TNI akan semakin serius bertugas mengamankan daerah asalnya tersebut.
Tetapi, bila ditelaah lebih lanjut, perlu dipertanyakan dan dikaji secara mendalam apakah langkah tersebut mempertimbangkan sisi strategis? Aspek tersebut perlu dikedepankan karenamasalah TNI adalah masalah pertahanan negara. Sudah jelas bahwa prajurit TNI merupakan garda terakhir eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam keterangannya di Kodam Jaya, beberapa waktu lalu, KSAD beralasan, pengembalian prajurit ke daerah asalsebagai solusi agar mereka bisa berhemat.
Dia mencontohkan prajurit Kodam Jaya yang berasal dari daerah harus mengeluarkan biaya untuk tinggal di Jakarta. Termasuk untuk mengontrak tempat tinggal di Ibu Kota yang terbilang mahal, karena biaya Rp1,5 juta hanya mendapat rumah bedeng.
Sekilas, kebijakan yang diambil KSAD masuk akal dan manusiawi. Bahkan, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan apresiasinyakarena memandangprajuritTNI memiliki keterikatan kuat dengan daerah. Dengan logika ini, nantinya prajurit TNI akan semakin serius bertugas mengamankan daerah asalnya tersebut.
Tetapi, bila ditelaah lebih lanjut, perlu dipertanyakan dan dikaji secara mendalam apakah langkah tersebut mempertimbangkan sisi strategis? Aspek tersebut perlu dikedepankan karenamasalah TNI adalah masalah pertahanan negara. Sudah jelas bahwa prajurit TNI merupakan garda terakhir eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lihat Juga :