Batasan Umur Capres Kembali Diperdebatkan, Fadil Zon: Calon Terbaik Tidak Dapat Tiket

Minggu, 02 Oktober 2022 - 00:02 WIB
loading...
Batasan Umur Capres...
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadil Zon. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Batasan umur calon presiden ( capres ) dan calon wakil presiden (cawapres) kembali disuarakan oleh sejumlah anggota DPR dan anak muda. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadil Zon mengatakan, batas usia wajib di atas 40 tahun hanya menyisihkan calon terbaik.

“Calon-calon terbaik bisa tidak mendapatkan tiket, mereka disisihkan karena dianggap tidak sejalan dengan kepentingan-kepentingan yang besar,” kata Fadli Zon dalam diskusi bertajuk 'Dilema Pilpres 2024: Presidential Threshold dan Syarat Minimal Usia Capres-Cawapres' di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022). Baca juga: Fadli Zon Ajak Presiden Jokowi Merenung

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 menyebutkan Persyaratan untuk Menentukan Presiden. Salah satunya dengan batasan umur calon yang wajib di atas 40 tahun. Selain itu, ada pula mengenai larang tidak pernah di hukum di atas lima tahun hingga riwayat pendidikan terakhir.

Terlepas dari itu, polemik juga terjadi soal batasan presentase pencalonan kembali digugat sejumlah masyarakat kepada pemerintah dan undang-undang itu. Namun ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Aturan yang kini bernama Presidential Threshold, telah ditolak partainya dari awal. Bahkan ia yang saat itu menjadi Wakil Ketua DPR dan memimpin sidang memilih walk out bersama anggota Fraksi Gerindra dan menyerahkan palu ke Setya Novanto.

“Saya pimpin sidang, tapi saya serahkan palu sidang kepada Ketua DPR yaitu Pak Setya Novanto. Dan tiga dari lima pimpinan DPR juga walk out waktu itu,” terangnya.

Terlepas dari yang sudah terjadi, ia menilai undang-undang membuat seolah ada seleksi terlebih dahulu oleh elite politik sebelum akhirnya calon presiden potensial disodorkan ke masyarakat. Calon terbaik lantas tersisihkan di awal karena kalah seleksi.

Terhadap itu, ia menyebut bola panas berada di Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Pilpres 2024 tidak perlu Presidential Threshold bisa berubah dengan Perpu.

"Sebenarnya kalau jalan revolisoner bisa jalan yang lebih gampang. Keluarin Perpu dari Presiden Jokowi. Itu pun jika Pak Jokowi mau meninggalkan legacy dalam demokrasi bisa dilakukan Perpu perubahan itu bisa langsung berlaku. Namun kelihatannya agak sulit, karena proses kemarin berubah," katanya.

Meski sebenarnya aturan itu bisa dilakukan dengan revisi. Namun DPR periode 2019-2024 memilih tidak membahas, merevisi perubahan. “Jadi karena tidak ada revisi, jadi berlaku," tambahnya.

Senada anggota DPR lainnya, Hillary Brigitta menyebutkan, batasan umur harusnya tidak ada dalam pencalonan pemimpin Indonesia. Ia malahan mengkritisi syarat minimal ijazah SMA bagi masyarakat yang ingin mencalonkan diri.

“Jadi saya pribadi kalau bisa memang 21 ya 21, tapi kalau bisa jangan lulusan SMA,” katanya dalam diskusi itu.

Terlepas dari itu, ia menilai, hitungan politik tidak akan muncul selama calon tidak menguntungkan. Ia menganalogikan bila saat ini sulit rasanya tokoh di luar pulau Jawa untuk menjadi presiden, sebab umumnya partai hanya akan melakukan perhitungan mereka yang berpotensi menang.

"Sebagai contoh saya, saya keturunan China, asli Manado. Sehebat apapun saya, mungkin sulit untuk diajukan oleh partai saya. Apalagi menang menjadi pemimpin. Apalagi umur saya masih muda," katanya sembari mengomentari batasan umur dalam pencalonan Presiden.



Selaras tak jauh berbeda diungkapkan anggota Fraksi Golkar, Putri Komaruddin. Anak dari mantan petinggi Golkar Ade Komaruddin ini mengungkapkan, sistem ini akan tetap berjalan pada pemilu terdekat.

Meski demikian, Putri enggan pesimis dan mengajak anak muda untuk partisipasi dalam pemilu mendatang. Sebab merujuk dari survei terungkap bila kedepannya 60 milenial dan generasi Z memiliki peran penting di pemilu.

"Jika ingin mengubah sistem yah mau tidak mau harus masuk dalam sistem," kata sembari menegaskan Partainya saat ini tengah membuka kaderisasi kepada anak muda.

Menurutnya dengan terjunnya sejumlah anak muda dalam kompetisi akan memberikan warna. Terlebih ketika para anak muda itu masuk dalam parlemen, maka aspirasi yang kerap di ungkapkan mulai dari isu tenaga kerja, lingkungan, hingga lain lain kian mudah di kampanyekan. Baca juga: Fahri Hamzah Menyemangati Fadli Zon

Dari sini, Putri berpendapat bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki tokoh politik berjiwa muda.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Rekomendasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Berita Terkini
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Suap Rp61,7 Miliar ke...
Suap Rp61,7 Miliar ke Pejabat Bea Cukai, Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara
Infografis
18 Buah Terbaik untuk...
18 Buah Terbaik untuk Diabetes, Tidak akan Menaikkan Gula Darah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved