KY Resmi Tutup Pendaftaran Hakim Agung

Rabu, 28 September 2022 - 08:29 WIB
loading...
KY Resmi Tutup Pendaftaran Hakim Agung
Komisi Yudisial (KY) resmi menutup pendaftaran penerimaan hakim untuk Mahkamah Agung (MA), pada Senin 26 September 2022 pukul 23.59 WIB. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) resmi menutup pendaftaran penerimaan hakim untuk Mahkamah Agung (MA) , pada Senin 26 September 2022 pukul 23.59 WIB. Sebanyak 94 orang pendaftar konfirmasi untuk calon hakim agung (CHA) dan 15 orang pendaftar konfirmasi untuk calon hakim ad hoc Hak Asasi Manusia diterima oleh KY.

"KY akan mencari para calon terbaik yang memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah dalam keterangan tertulis, Rabu (28/9/2022).

Diketahui, pendaftaran mulai dibuka sejak Rabu (31/8/2022) hingga Selasa (20/09/2022) dan diperpanjang hingga Senin (26/9/2022).

Baca juga: KY Akui Menerima Banyak Laporan Terkait Perilaku Hakim Agung

MA membutuhkan 11 hakim agung dengan rincian 1 orang di kamar Perdata, 7 Pidana, 1 Tata Usaha Negara (TUN), 1 Tata Usaha Negara (TUN), khusus pajak, dan 1 Agama. Sedangkan untuk hakim Ad Hoc HAM MA membutuhkan 3 orang.

270 orang yang mendaftar CHA terdiri dari 247 pendaftar aktif, 23 nonaktif, 130 jalur karier dan 140 non karier.

"KY sudah menerima 94 orang calon hakim agung dan 15 calon hakim ad hoc HAM di MA. Sebanyak 58 orang berasal dari jalur karier, sedangkan 36 sisanya berasal dari jalur nonkarier," ujar Nurdjanah.

Baca juga: Diumumkan KY, Ini Daftar Nama Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Tipikor

Berdasarkan jenis kelamin, terdiri atas 82 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Sedangkan berdasarkan jenis kamar yang dipilih, 10 orang memilih kamar perdata, 47 memilih kamar pidana, 7 orang memilih kamar tata usaha negara, 10 orang memilih tata usaha negara khusus pajak, dan 20 orang memilih kamar agama.

"Berdasarkan latar belakang pendidikan 1 orang sarjana (S1), 29 orang magister (S2) dan 64 orang bergelar doktor (S3)," tutur Nurdjanah.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1971 seconds (11.210#12.26)