Pemeriksaan Hakim Kasasi Ronald Tannur Rampung, MA: Tak Ada Pelanggaran Etik
Senin, 18 November 2024 - 11:11 WIB
loading...
MA menyebut tidak ditemukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim yang dilakukan oleh Majelis Kasasi dalam kasus Gregrorius Ronald Tannur. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Mahkamah Agung (MA) Yanto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), yang dilakukan oleh Majelis Kasasi dalam kasus Gregrorius Ronald Tannur.
"Kesimpulan dari pemeriksaan tidak ditemukan pelanggaran KEPPH yang dilakukan oleh Majelis Kasasi Perkara Nomor 1466K PID 2024 sehingga kasus dinyatakan ditutup," kata Yanto, Senin (18/11/2024).
Diketahui, pengusutan dan pemeriksaan ini dilakukan setelah kejaksaan menangkap mantan pejabat tinggi MA Zarof Ricar dan pengacara Ronald, Lisa Rachmat. Zarof merupakan makelar kasus dalam kasasi Ronald Tannur.
Baca juga: Kasus Ronald Tannur, Kejagung Periksa Lagi 3 Hakim dan Zarof Ricar
Kepada penyidik Kejaksaan, Zarof mengaku telah menemui salah satu hakim agung untuk perkara kasasi Ronald, diduga telah terjadi pemufakatan jahat antara Zarof dengan hakim agung yang tidak dia jelaskan identitasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Yanto mengatakan, Hakim Agung S pernah melakukan pertemuan dengan Zarof, namun berlangsung singkat.
Baca juga: Kasus Suap Vonis Bebas Ronald Tannur, 3 Hakim PN Surabaya Dibawa ke Jakarta
"Kesimpulan dari pemeriksaan tidak ditemukan pelanggaran KEPPH yang dilakukan oleh Majelis Kasasi Perkara Nomor 1466K PID 2024 sehingga kasus dinyatakan ditutup," kata Yanto, Senin (18/11/2024).
Diketahui, pengusutan dan pemeriksaan ini dilakukan setelah kejaksaan menangkap mantan pejabat tinggi MA Zarof Ricar dan pengacara Ronald, Lisa Rachmat. Zarof merupakan makelar kasus dalam kasasi Ronald Tannur.
Baca juga: Kasus Ronald Tannur, Kejagung Periksa Lagi 3 Hakim dan Zarof Ricar
Kepada penyidik Kejaksaan, Zarof mengaku telah menemui salah satu hakim agung untuk perkara kasasi Ronald, diduga telah terjadi pemufakatan jahat antara Zarof dengan hakim agung yang tidak dia jelaskan identitasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Yanto mengatakan, Hakim Agung S pernah melakukan pertemuan dengan Zarof, namun berlangsung singkat.
Baca juga: Kasus Suap Vonis Bebas Ronald Tannur, 3 Hakim PN Surabaya Dibawa ke Jakarta
Lihat Juga :