Terenyuh, Ketulusan Cinta Pierre Tendean dan Rukmini yang Hanya Tinggal Sejarah

Kamis, 08 September 2022 - 06:16 WIB
loading...
Terenyuh, Ketulusan...
Kisah percintaan Pierre Tendean dengan sang kekasih, Rukmini Chamim bikin terenyuh. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Kisah percintaan Pierre Tendean dengan sang kekasih, Rukmini Chamim bikin terenyuh. Betapa tidak, ketulusan cinta sang ajudan Menteri Pertahanan dan Keamanan yang merangkap Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution kepada pujaan hatinya itu hanya tinggal sejarah.

Pria bernama lengkap Pierre Andries Tendean wafat sebelum melangsungkan pernikahannya dengan wanita Medan keturunan Jawa itu. Kapten Pierre Tendean menjadi salah satu korban kekejaman peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI .

Pria kelahiran Jakarta 21 Februari 1939 itu diculik pasukan Gerakan 30 September 1965 yang antara lain dari pasukan pengawalan presiden Tjakrabirawa karena dikira sebagai Jenderal AH Nasution. Pierre Tendean disergap oleh Pratu Idris dan Jahurup.

Baca juga: Pierre Tendean Curhat soal Kekasih, Istri Jenderal AH Nasution Beri Nasihat Ini

Sedangkan Jenderal AH Nasution melarikan diri naik ke atas pagar tembok Kedutaan Besar Irak yang berada di sebelah rumah dan bersembunyi di belakang drum di pekarangan Kedutaan Besar Irak di Jalan Teuku Umar Nomor 38, Jakarta Pusat. Pengepungan rumah Jenderal AH Nasution itu terjadi pada sekitar pukul 04.00 WIB 1 Oktober 1965.

Jenazah Pierre Tendean ditemukan di dalam sumur sedalam 15 meter dan berdiameter 75 sentimeter di Lubang Buaya, Jakarta Timur bersama enam pahlawan revolusi lainnya, Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen TNI S Parman, Mayjen TNI R Soeprapto, Brigjen TNI Donalad Isaccus Pandjaitan, dan Brigjen TNI Soetojo S.

Lalu, seperti apa kisah percintaan Pierre Tendean dengan Rukmini?

Saat itu, Pierre Tendean ditugaskan ke Batalyon Zeni Tempur 1 Daerah Militer II/Bukit Barisan pada awal 1963. Putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Aurelius Lammert Tendean asal Manado dan Maria Elizabet Cornet, perempuan berdarah Prancis Kaukasian itu menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) 1 Kizipur A yang berlokasi di Sei Sikambing, Kota Medan.

Saat itu, Pierre Tendean masih berpangkat Letnan Dua. Kurang lebih hanya enam bulan Pierre Tendean bertugas di Medan. Di Medan, Pierre mengenal Rukmini Chamim atau Mimin.

Baca: Sosok Abdul Haris Nasution, Jenderal Besar yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

Dilansir dari buku "Sang Patriot Kisah Seorang Pahlawan Revolusi, Biografi Resmi Pierre Tendean", perkenalan Pierre Tendean dengan Rukmini terjadi karena adanya bujukan dan ajakan berulang kali dari Satrijo Wibowo dan Setijono Hadi. Comblangan dari rekannya itu awalnya selalu ditolak Pierre karena hanya ingin fokus olahraga dan latihan selama berada di Yonzipur I.

Namun, Setijono dan Satrijo juga tidak menyerah begitu saja. Mereka tetap berusaha mengajak Pierre untuk berkenalan dengan Rukmini hingga akhirnya Pierre gerah atas ajakan rekan-rekannya itu menurut dan mengiyakan untuk bertemu dengan Rukmini.

Perkenalan antara Pierre dan Rukmini pun terjadi dan ternyata sosok Rukmini pada akhirnya berhasil membuat Pierre rajin bertandang ke rumah keluarga Chamim di Jalan Sekop 4B, Medan. Rumah Rukmini dengan asrama Pierre di Sei Sikambing kawasan Kodam II/Bukit Barisan tidak jauh.

Baca juga: Kisah Pierre Tendean Jemur Anak-anak Pejabat

Pada kunjungan-kunjungan berikutnya, Pierre memberanikan diri datang sendiri tanpa dikawal oleh kedua sahabatnya itu, hanya untuk dapat mengenal lebih dalam pribadi Rukmini. Rukmini memiliki nama lengkap Rr. M. CH. A. Nurindah Rukmini Chamim.

Rukmini adalah anak sulung dari empat saudara dari pasangan Bapak dan Ibu Raden Chamim Rijo Siswopranoto. Chamim adalah seorang wiraswasta yang cukup sukses di Sumatera Utara saat itu.

Ibunda Mimin masih memiliki hubungan kekerabatan dengan istri Jenderal Sumitro, mantan Panglima ABRI dan Pangkopkamtib di era 1970-an. Rukmini juga adalah keponakan dari Bantu Hardio, seorang perwira Intel TNI AD yang menikah dengan adik ibunda Rukmini.

Baca: Mengingat Pidato Menyayat Hati Jenderal AH Nasution di HUT TNI 1965

Sedangkan Bantu Hardio merupakan adik Arie Bandijoko, komandan kompi taruna selama tahun pertama Pierre di Atekad dan pernah juga menjabat sebagai Asintel KSAD. Rukmini atau Mimin adalah wanita berdarah Jawa asal Yogyakarta dari keluarga penganut agama Islam yang taat.

Keluarga besarnya termasuk dalam Barisan Muhammadiyah Kota Medan dan Yogyakarta. Mimin juga dikenal sebagai gadis yang saleh dan rajin beribadah. Saat berkenalan dengan Pierre, Rukmini masih duduk di bangku SMA. Umur Pierre Tendean dengan Rukmini terpaut delapan tahun.

Rukmini bukan gadis yang neko-neko, jika dia menginginkan sesuatu tidak lantas menyatakannya. Dia hanya menanti seseorang bertanya, barulah dia berani menyampaikan keinginannya.

Baca juga: Mengulas Surat Jenderal Besar (Purn) AH Nasution di Tengah Badai Mei 1998

Kendati demikian, Rukmini punya kepribadian yang mirip dengan Pierre Tendean, yaitu tegas, meski dibungkus oleh perangai yang lemah lembut. Sosok Rukmini yang sederhana dan perfeksionis inilah rupanya yang menjadi daya tariknya di mata Pierre.

Rukmini juga bukan tipe yang senang foya-foya meski sebenarnya dari keluarga yang terbilang cukup terpandang pada masa itu. Rukmini juga punya hobi yang sama dengan Pierre, sama-sama menyenangi olahraga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fadli Zon Tepis Soeharto...
Fadli Zon Tepis Soeharto Pelaku Genosida: Enggak Pernah Terbukti
Idealisme Eks Tapol...
Idealisme Eks Tapol PKI Asal Jawa di Pulau Buru Maluku
G30S/PKI Cukup Jadi...
G30S/PKI Cukup Jadi Sejarah, Hasnuryadi: Tak Boleh Terjadi Lagi
Diiringi Lagu Gugur...
Diiringi Lagu Gugur Bunga, Prabowo-Gibran Tinjau Sumur Maut Lubang Buaya
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025
Hari Ini Istana Kepresidenan...
Hari Ini Istana Kepresidenan Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Mengulas Kembali Tragedi...
Mengulas Kembali Tragedi Kelam Lubang Buaya: Fakta yang Terjadi
Ini Perbedaan Sejarah...
Ini Perbedaan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila yang Sering Disalahpahami
5 Revolusi Berdarah...
5 Revolusi Berdarah yang Membentuk Sejarah Dunia, Mayoritas Berujung Penggulingan Kekuasaan
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Berita Terkini
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved