alexametrics

HUT ke-74 Polri, Ini Doa dan Harapan Politisi Komisi III DPR

loading...
HUT ke-74 Polri, Ini Doa dan Harapan Politisi Komisi III DPR
HUT ke-74 Polri, Ini Doa dan Harapan Politisi Komisi III DPR
A+ A-
JAKARTA - Sejumlah politisi di DPR ikut mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-74. Tidak terkecuali para anggota Komisi III DPR sebagai mitra Polri. Lalu apa saja doa dan harapan para politisi di Senayan terhadap Polri ini?

Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto mengatakan, usia 74 tahun merupakan usia yang cukup matang bagi institusi Polri guna memastikan kelembagaannya mampu menjawab harapan masyarakat secara utuh. Serta dapat membangun kepercayaan dan bersinergi dengan masyarakat. (Baca juga: HUT 74 Bhayangkara, Susaningtyas: Polri Harus Inovatif Hadapi Tantangan yang Makin Kompleks)

“Dalam mewujudkan keterpeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang baik bagi masyarkat. Serta melakukan penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” kata Didik, Rabu (1/7/2020).



Didik mengakui bahwa tugas dan tanggung jawab kepolisian cukup strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Seiring dengan globalisasi, modernisasi, serta kemajuan tehnologi, Polri hendaknya mampu melakukan edukasi yang positif kepada masyarakat. Sebab, modernisasi dan kemajuan teknologi juga membawa dampak yang cukup mengkawatirkan dan bisa berpotensi mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat.

“Semakin kompleksnya persoalan sosial di masyarakat, semakin meningkatnya jumlah kejahatan baik jenis, kualitas, dan kuantitasnya di satu sisi, dan perlunya terus meningkatkan kapasitas SDM Polri agar tidak tertinggal oleh kemajuan jaman. Di sisi lain menjadi tantangan buat Polri,” ungkap Didik.

Menurut Didik, tantangan bagi Polri adalah meraih kepercayaan publik yang hingga saat ini masih harus terus ditingkatkan. Sebab, tanpa kepercayaan dan partisipasi publik, mustahil Polri mampu mewujudkan apa yang diharapkan untuk menjadi penegak hukum yang didambakan, menjadi pengayom, dan melayani masyarakat.

Tantangan lainnya, sambung Kepala Departemen Hukum dan HAM Partai Demokrat itu, Polri juga harus peka, tanggap, dan responsif terhadap segala bentuk kejahatan termasuk kejahatan yang melibatkan lintas negara dan lintas warga negara.

“Narkoba, terorisme, dan korupsi adalah kejahatan luar biasa yang harus mendapat perhatian khusus dari kepolisian. Selain itu human trafficking, kejahatan siber, kejahatan lingkungan juga patut mendapatkan fokus dari kepolisian, selain kejahatan-kejahatan dan kriminalitas lainnya,” urai Didik.

Karena itu, Ketua Umum Karang Taruna ini menambahkan, Polri harus terus melakukan perbaikan dan penguatan baik dalam perspektif kelembagaan maupun SDM. Meskipun Polri terus berbenah dan semakin hari menunjukkan hasil yang baik, namun di beberapa hal masih ada yang harus terus diperbaiki dan bahkan perlu ada perubahan yang lebih cepat dan transparan, khususnya dalam menegakkan hukum.

“Dan yang utama bagi Polri dalam konteks kehidupan bermasyarakat, Polri harus mampu bersinergi dan menjadi sahabat masyarakat. Menghadirkan pelayanan yang baik, mengayomi masyarakat, serta persuasif, humanis dan terukur dalam menegakkan hukum, memastikan keadilan dapat ditegakkan, dan perasaan publik tentang hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas akan terjawab dengan baik,” tandas Didik.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni juga menyampaikan berbagai pesan dan harapannya untuk jajaran Kepolisian Republik Indonesia. ”Pastinya, selamat hari jadi Bhayangkara untuk Kepolisian Indonesia. Semoga selalu menjadi yang terdepan dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sahroni.

Sahroni juga memberikan beberapa catatan terkait kinerja kepolisian selama ini. Menurut dia, Polri telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, khususnya dalam beberapa bidang seperti pemberantasan narkoba, penanganan tindak pidana kriminal, hingga kejahatan siber.

“Banyak kinerja kepolisian yang patut diapresiasi, misalnya dalam hal pemberantasan narkoba, baru-baru ini polisi berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional dengan barang bukti narkoba hampir satu ton. Bayangkan, akan seperti apa masyarakat kita kalau sabu sebanyak itu sampai ke masyarakat,” ujar Bendahara Umum Partai NasDem itu.

Sedangkan dalam bidang perlindungan dari kejahatan siber, legislator asal Tanjung Priok ini mengingatkan agar Polri lebih serius menangani permasalahan ini. Menurut dia, saat ini segala bentuk kejahatan mulai dari pencurian uang, pembobolan data, kejahatan seksual, hingga hoaks atau berita palsu banyak yang bermula dari dunia siber.

“Terkait kejahatan siber ini kita harus makin hati-hati, karena makin banyak jenisnya. Karenanya saya juga mengapresiasi terbentuknya unit penanganan tindak pidana siber Mabes Polri yang serius dan canggih untuk menjawab tantangan-tantangan tadi. Mudah-mudahan unit ini dapat bermanfaat secara optimal dalam menangani kejahatan di dunia siber,” tegasnya.

Selain itu, Sahroni berharap agar Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol Idham Azis akan selalu amanah dan terdepan dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat. Serta mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Tentunya tantangan juga akan selalu bermunculan, khususnya dalam kondisi Covid-19 seperti sekarang ini. Namun saya yakin, Kepolisian RI akan mampu menghadapi segala tantangan dan kami juga di Komisi III berkomitmen untuk terus mendukung Kepolisian dalam menjalankan tugasnya,” harap Sahroni
(nbs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak