Polemik Seragam Sekolah dan Resonansi Intoleransi

Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:21 WIB
loading...
A A A
Melayani keragaman, artinya sekolah tidak menjadi ruang untuk menyemai dan melahirkan diskriminasi. Sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk meminimalisasi pandangan intoleran baik terhadap agama, ras, etnis dan lain sebagainya. Keragaman menjadi modal untuk merajut solidaritas di tengah realitas anak bangsa yang multikultural dengan laku teladan yang baik, adil, setara dan tidak ada unsur pemaksaan.

Saat ini, pemerintah telah menyosialisasikan kebijakan Kurikulum Merdeka yang secara substansi sejalan dengan penguatan moderasi beragama. Profil pelajar Pancasila yang bercirikan beriman dan bertakwa, mandiri, berkebinekaan global, gotong royong, kritis, dan kreatif, menjadi pembuka ruang yang cukup luas untuk selalu menanamkan persaudaraan dan harmoni keberagaman. Dengan demikian, satuan pendidikan harus menempatkan diri pada suatu kesamaan identitas dalam perbedaan (identity in difference) yang mengokohkan tali persaudaraan. Sekolah melindungi dan merawat realitas keragaman anak didik untuk dibawa dalam kebersamaan identitas (difference in identity).

Sementara mencerdaskan keberagamaan, sekolah berarti turut andil memperkuat nilai-nilai persatuan bangsa, toleransi, moderasi beragama dengan bingkai kebhinekaan yang ada di Indonesia. Toleransi menjadi kata kunci agar kehidupan keberagamaan berjalan damai dan sepi dari konflik dan derita akibat tumbuhnya segregasi sosial. Sekolah menjadi tempat paling dini kedua setelah lingkungan keluarga untuk terus menumbuhkan semangat kerukunan.

Sebagaimana yang ditegaskan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan apresiasi pada Gerakan Siswa Moderat (GSM) oleh Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, bahwa penguatan moderasi beragama dimulai dari tahapan yang paling dini dalam keluarga dan juga lembaga pendidikan. Artinya, sekolah berperan penting dalam mengokohkan generasi milenial melalui penguatan kerukunan umat beragama untuk terus merawat keberlangsungan harmoni keberagamaan. Semoga.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1432 seconds (10.55#12.26)