KSPSI Minta Buruh Jaga Stabilitas Politik Dalam Negeri

Sabtu, 16 Juli 2022 - 22:33 WIB
loading...
KSPSI Minta Buruh Jaga Stabilitas Politik Dalam Negeri
Waketum KSPSI, Arnod Sihite mengingatkan buruh di seluruh Indonesia agar hati-hati dengan munculnya gerakan buruh yang mengajak untuk menggelar aksi turun ke jalan melakukan demonstrasi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite mengingatkan buruh di seluruh Indonesia agar hati-hati dengan munculnya gerakan buruh yang mengajak untuk menggelar aksi turun ke jalan melakukan demonstrasi .

Menurutnya, menjelang tahun politik Pemilu 2024 apalagi di tengah polarisasi politik yang masih menguat bukan tidak mungkin gerakan buruh rentan ditunggangi oleh kepentingan politik jangka pendek. Baca juga: Rencana Demo Buruh 10 Agustus Dinilai Tidak Tepat

"Kami ingatkan sekali lagi kepada teman-teman buruh di seluruh Indonesia agar hati-hati dan waspada dengan adanya gerakan-gerakan dari segelintir elite yang mengatasnamakan buruh apalagi mengajak turun ke jalan dalam jumlah banyak yang jelas misinya untuk mengganggu pemerintahan yang saat ini sedang berusaha untuk melakukan agenda-agenda strategis pemulihan ekonomi nasional. Patut diduga kelompok kecil orang ini sedang menggunakan elemen buruh untuk kepentingan politik jangka pendek saja," ujar Arnod kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (16/7/2022).

Dijelaskan Arnod, situasi ekonomi nasional yang saat ini sedang dijaga pertumbuhannya harus kita dukung dengan stabilitas politik di dalam negeri. Salah satu elemen yang harus ikut menjaga stabilitas nasional tersebut adalah buruh karena dampak pertumbuhan ekonomi yang positif adalah juga untuk kepentingan buruh di seluruh Indonesia.

"Kita baru saja terpukul pandemi yang menyebabkan buruh kehilangan pekerjaan dan sekarang kesempatan kerja mulai terbuka. Masa iya kita ganggu lagi dengan menciptakan instabilitas? Ini tidak boleh. Buruh perlu berada bersama pemerintah mendukung langkah penguatan ekonomi," jelas Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Percetakan dan Penerbitan dan Media Informasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP PPMI-KSPSI) tersebut.

Bukan hanya kesempatan kerja, buruh oleh pemerintah juga diberikan bantuan KUR, subsidi pada masyarakat, Kartu Prakerja yang banyak membantu buruh dan melahirkan enterpreunership baru di Indonesia. "Ini adalah capaian yang perlu kita apresiasi," ucapnya.

Dikatakan dia, berdasarkan catatan BPS, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 tumbuh sebesar 5,01% (year on year). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,79%.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,22%. Tambahan lagi ekonomi Indonesia triwulan I-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,96% (q-to-q).

Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 16,54%. "Ini semua capaian yang harus kita syukuri dan kami dari elemen buruh KSPSI siap bersama pemerintah menjaga ini semua dan ikut terlibat dalam melakukan kerja-kerja positif agar ekonomi kita makin kuat dan buruh makin sejahtera, bukan dengan ajakan pengerahan massa yang justru kontraproduktif," tuturnya.

Bahwa ada aspirasi buruh yang ingin disampaikan, kata dia saat ini pemerintah sangat terbuka untuk diajak berdialog. Apa yang dilakukan KSPSI selama ini, lanjut dia adalah menjadi mitra pemerintah yang ikut serta memberikan masukan-masukan konstruktif guna memperjuangkan kepentingan buruh. Baca juga: UMP DKI Jakarta 2022 Batal Naik, Buruh Minta Anies Ajukan Banding

"Baru-baru ini kami dilantik oleh Bapak Ketua Umum Bang Yorrys dengan komitmen penuh pada kerja bina lindung sejahtera untuk buruh Indonesia. Kami tidak ingin bermain gimmick apalagi dengan tujuan-tujuan politik jangka pendek. Itu komitmen kami," pungkas Arnod.
(kri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2121 seconds (11.252#12.26)