Jawaban M Kece Bikin Emosi, Napoleon Gebrak Meja di Ruang Sidang

Kamis, 23 Juni 2022 - 14:35 WIB
loading...
Jawaban M Kece Bikin Emosi, Napoleon Gebrak Meja di Ruang Sidang
Terdakwa dugaan kasus penganiayaan terhadap M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte dalam persidangan pemeriksaan saksi pelapor di PN Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022). FOTO/MPI/ARI SANDITA
A A A
JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus penganiayaan terhadap M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte melampiaskan emosinya dalam persidangan pemeriksaan saksi pelapor di PN Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022). Napoleon bahkan sampai menggebrak meja dengan keras.

Emosi Napoleon dilampiaskan emosinya saat mencecar M Kece dengan berbagai pertanyaan seputar Nabi Muhammad SAW. Misalnya saja saat bertanya apakah mata Rasulullah SAW bermata belo merah dan berkepala besar, Kece pun menyebutkan dia tak berkata begitu.

"Apakah saksi mengatakan Rasulullah itu berjalannya bungkuk? Apakah saksi mengatakan dasar saudara mengatakan itu adalah surat Al Jinn?" tanya Napoleon di persidangan, Kamis (23/6/2022).



"Saya tidak mengatakan demikian, hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke saya (melalui Youtube). Iya saya katakan Al Jinn ayat 19," jawab M Kece.

"Apakah saudara mengatakan bahwa Rasulullah berteman dengan jin? Apakah saudara saksi mengatakan kepada saya dan teman-teman bahwa Rasulullah itu justru menyembah jin, bukan menyembah Allah?" tanya Napoleon kembali.



"Iya," jawab Kece lagi.

Kesal mendengar jawaban M Kece itu, Irjen Napoleon pun menggebrak mejanya dengan keras meluapkan emosinya hingga membuat suasana di persidangan menjadi tegang dan hening. Tak lama, audiens pun langsung ramai sambil berteriak penista agama dan bertakbir, tim pengacara juga menyebutkan M Kece seorang pembohong.

Baca juga: Reaksi Irjen Napoleon Terkait Isu Dirinya Dipecat dari Polri

Majelis hakim lalu menenangkan suasana dan meminta para audiens, terdakwa, dan tim pengacaranya untuk tenang dan berkepala dingin. Napoleon meminta maaf atas perbuatannya yang menggebrak meja itu.

"Saya sudah terlalu sering dihina oleh publik dengan kasus yang sama, saya diam. Namun, apabila junjunganku dinista, percuma salatku, percuma hajiku, percuma semua ya Allah, saya tidak sanggup untuk menerima ya Allah, orang yang ketawa-ketawa, dihina akidahnya lebih baik dia berkain kafan daripada hidup," kata Napoleon.

"Tolong sidang ini sudah baik di awal, tenang, ini dilihat orang hanyak," kata hakim Djuyamto menengahi.
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1398 seconds (10.55#12.26)