Mau Tahu Perbedaan Brimob dan Kopassus? Simak Nih!

Minggu, 19 Juni 2022 - 06:18 WIB
loading...
A A A
Struktur organisasi Kopassus terdiri dari Makopassus yang berkedudukan di Cijantung, Grup-1/Parako yang berkedudukan di Serang, Grup-2/Sandha yang berkedudukan di Solo, Grup-3/Sandha yang berkekdudukan di Cijantung, Pudiklatpassus yang berkedudukan di Batujajar, dan Sat-81/Gultor yang berkedudukan di Cijantung.

Lahirnya Kopassus memiliki sejarah panjang. Pada Juli 1950, muncul pemberontakan di Maluku oleh kelompok bernama Republik Maluku Selatan (RMS). Pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerombolan tersebut.

Adapun operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel A.E.Kawilarang, sedangkan Letkol Slamet Riyadi sebagai komandan operasinya. Operasi tersebut berhasil menumpas gerakan pemberontakan, namun dengan korban yang tidak sedikit dipihak TNI.

Setelah dikaji ternyata dalam beberapa pertempuran, musuh dengan kekuatan relatif lebih kecil mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar. Hal ini ternyata bukan hanya disebabkan semangat anggota pasukan musuh yang lebih tinggi atau perlengkapan yang lebih lengkap, namun juga taktik dan pengalaman tempur yang baik didukung kemampuan tembak tepat dan gerakan perorangan.

Peristiwa itu yang akhirnya mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk mempelopori pembentukan suatu satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan yang bagaimanapun beratnya. Setelah gugurnya Letkol Slamet Riyadi pada salah satu pertempuran di sekitar Kota Ambon, gagasan ini selanjutnya dilanjutkan oleh Kolonel A.E Kawilarang.

Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium lll No.55/Instr/PDS/52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal Korps Baret Merah. Sebagai Komandan pertama dipercayakan kepada Mayor Moch.Idjon Djanbi, mantan Kapten KNIL yang pernah bergabung dengan Korps Speciale Troopen dan pernah bertempur dalam perang dunia ll.

Korps Baret Merah ini mengalami perubahan nama di antaranya Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 1953, Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada 1952. Kemudian, pada 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Selanjutnya, pada 1966 satuan ini kembali berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI-AD (Puspasus TNI-AD). Lalu, pada 1971 nama satuan ini berganti menjadi Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha). Pada 1985 satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hingga saat ini.

"Brimob itu organisasi Polri yang bersifat paramiliter. Walaupun organisasi, operasi, maupun kemampuan personelnya didesain seperti militer, peran dan fungsi Brimob berada dalam ruang lingkup penegakan hukum dan pemeliharaan-penegakan keamanan dalam negeri," kata Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi kepada SINDOnews, Sabtu (18/6/2022).

Sedangkan Kopassus itu, kata dia, organisasi TNI. Dia mengatakan, prajurit Kopassus didesain untuk melakukan kegiatan-kegiatan operasi militer yang memerlukan kecakapan dan taktik khusus, baik dalam perang maupun selain perang.

Dia melanjutkan, walaupun memiliki perbedaan, Brimob dan Kopassus dalam praktiknya sering harus jalan bareng dan saling melengkapi alias bersinergi. "Dalam operasi pemberantasan teror misalnya, ada situasi di mana kecakapan Kopassus dibutuhkan. Di sisi lain, dalam sebuah operasi militer, bagaimanapun upaya penegakan dan pemulihan keamanan juga tetap harus dilakukan dan itu adalah mandat kepolisian," tuturnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan 3 Anggota Kopassus Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank
3 Anggota Kopassus Dituntut...
3 Anggota Kopassus Dituntut 4 hingga 12 Tahun Penjara di Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
Brimob Bersenjata Jaga...
Brimob Bersenjata Jaga Ketat Gedung Promoter Polda Metro Jaya Jelang Konferensi Pers Tiga Kasus Korupsi
Situasi Terkini Polda...
Situasi Terkini Polda Metro usai Penggeledahan, Brimob Bersenjata Masih Siaga
Rekomendasi
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Berita Terkini
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved