Stafsus Menkumham Ingatkan Pentingnya Implementasi Reformasi Birokrasi

Kamis, 02 Juni 2022 - 21:41 WIB
loading...
Stafsus Menkumham Ingatkan...
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Bane Raja Manalu. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Staf Khusus (Stafsus) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Menkumham ) Bane Raja Manalu mengatakan bahwa memahami reformasi birokrasi jangan terlalu rumit. Implementasinya tidak sulit, tinggal kemauan atau keseriusan stakeholder di jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) khususnya di Sumatera Utara.

Hal itu diungkapkan Bane Raja Manalu saat melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Monitoring Evaluasi (Monev) di Rutan Kelas IIB Balige dan Lapas Kelas IIB Siborongborong, Rabu (1/6/2022).

Kunjungan Staf Khusus Menkumham Bidang Isu-isu Strategis ini disambut antusias Kalapas Kelas IIB Siborongborong Parlindungan Siregar beserta jajarannya dan Karutan Kelas IIB Balige Henry Damanik beserta jajarannya.

Bane Raja Manalu mengatakan dari 52 Satker di Sumut, hanya tiga satker masuk tahap Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). WBK/WBBM. Kondisi ini merupakan provinsi kategori paling lemah.

Baca juga: Kepala BPIP: Reformasi Birokrasi adalah Keniscayaan

Dia mengatakan, dalam mendapatkan WBK/WBBM jangan ada pergunjingan hal negatif di publik, karena itu satu poin penilaian dari tim. Kemudian, pungutan liar (pungli) adalah hal yang paling sensitif ketika mengajukan WBK/WBBM.

Kalau masih melakukan pungli, kata dia, jangan harap itu dapat. "Kita berharap Rutan Balige bisa menjadi salah satu satker yang bisa menyumbang predikat WBK. Sebenarnya, menurut saya sederhana mendapatkan itu, tinggal belajar kepada satker dan UPT yang sudah pernah mendapatkan. Apalagi sampai mendapatkan WBBM. Tinggal diamati, ditiru, modifikasi sedikit, maka akan ketemulah formulanya," kata alumni Universitas Indonesia ini.

Jadi, dia menilai cukup membingungkan kenapa Satker di banyak provinsi tidak mampu mendapatkan predikat itu. Apalagi, lanjut dia, formulanya baku. Tinggal menjalankan kriteria yang diinginkan, hal itu akan tercapai.

Menurutnya, reformasi birokrasi betul-betul terjadi ketika masyarakat yang menjadi penikmat layanan dari satker mengatakan bahwa benar terjadi pelayanan yang baik, transparan, dan tanpa pungli.

"Bukan kita yang ngomong. Kalau kita yang ngomong, sama saja kita berkaca. Tidak ada orang yang bilang dirinya jelek. Sama saja dengan orang tua, tidak ada yang menyatakan anaknya jahat. Pasti katanya anakku ganteng, anakku cantik, anakku baik. Tapi di mata orang belum tentu. Ya reformasi birokrasi semudah itu dipahami dan dicerna. Yang sulit memang adalah melakukannya," imbuhnya.

Bane menegaskan bahwa jika ada sebuah misinformasi yang terjadi di satker harus segera diluruskan. Ketika 1 x 24 jam tidak dikoreksi dan diluruskan, itu menjadi sebuah kebenaran. Kebohongan yang terus-menerus didengungkan bakal menjadi kebenaran.

"Agar kebohongan-kebohongan itu tidak berlanjut menjadi kebenaran dan seolah-olah menjadi hal kebenaran persepsi publik, maka segeralah selesaikan kesalahan-kesalahan itu," katanya.

Bane mengimbau pegawai juga harus sering menceritakan tentang Kemenkumham melalui media sosial. Artinya, inilah saatnya pegawai sebagai keluarga besar Kemenkumham bercerita tentang hal baik Kemenkumham, khususnya UPT tempatnya bekerja.

"Sering kali kita reaktif terhadap sesuatu, tapi tidak pernah ada upaya menguasai sebuah ruang sebelum kita dikuasai. Menguasai ruang publik itu lewat cerita-cerita positif, inspiratif itu bisa dilakukan setiap hari. Gunakan medsos kalian untuk menceritakan Kemenkumham yang baik dengan program kerjanya. Jadilah duta-duta yang baik untuk Kemenkumham," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
BSKDN Kemendagri Tekankan...
BSKDN Kemendagri Tekankan Pentingnya Mentalitas Disiplin ASN sebagai Pelayan Publik
Perkuat Manajemen Talenta...
Perkuat Manajemen Talenta Berbasis Merit Sistem, BSKDN Kemendagri: Bangun ASN Adaptif
Prabowo Sebut Lebih...
Prabowo Sebut Lebih Takut pada Birokrat Korup Ketimbang Kuntilanak
Polri di Bawah Presiden...
Polri di Bawah Presiden Konsekuensi Desain Ketatanegaraan Pascareformasi
Mencari Realitas Indonesia...
Mencari Realitas Indonesia di Luar Jendela Gedung Tinggi: Ilusi Kemajuan RI
Indonesia Terlalu Banyak...
Indonesia Terlalu Banyak Regulasi, Bikin Biaya Ekonomi Mahal dan Hambat Investasi Masuk
Stafsus Kemenkumham:...
Stafsus Kemenkumham: Ada Antrean Panjang WNA Pingin Jadi WNI
Reformasi Birokrasi...
Reformasi Birokrasi Jadi Fondasi Penguatan Negara, SAKIP dan ZI Dorong Kinerja Berdampak
Rekomendasi
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Berita Terkini
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
Infografis
Jokowi Ingatkan Kegentingan...
Jokowi Ingatkan Kegentingan Global Setelah 3 Bank di AS Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved