Pendidikan Islam dan Kebangkitan Nasional

Jum'at, 20 Mei 2022 - 16:48 WIB
loading...
A A A
Wajah pendidikan yang bercirikan Islam Indonesia menempuh jalan baru saat Muhammadiyah membuka perguruan tinggi pertamanya di luar negeri, yakni di Malaysia pada 2021 dan Australia pada awal 2022. Langkah ini bukan saja menunjukkan pendidikan yang bercirikan Islam Indonesia telah go international, namun juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman “kandang” sendiri.

Di dalam negeri, performa lembaga pendidikan Islam juga serentak membaik pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Beragam dukungan pemerintah dan sinergi dengan berbagai pihak terkait mampu memastikan peningkatan kualitas sarana-prasarana dan dukungan pengembangan sumber daya manusia di dalamnya. Tidak kalah penting adalah dukungan dan penguatan nilai wasathiyah (moderatisme) pada lingkup Pendidikan Islam.

Nilai-nilai wasathiyah (moderatisme) menjadi warna pendidikan Islam yang kuat digaungkan di dalam negeri, terutama oleh Nahdlatul Ulama. Nahdlatul Ulama memimpin, bersama ormas Islam lainnya, implementasi nilai moderatisme dalam peri kehidupan berbangsa Indonesia.

Kombinasi perbaikan performa pendidikan Islam di berbagai lini, internasionalisasi pendidikan bercirikan Islam Indonesia, dan penguatan nilai moderasi beragama meneguhan satu hal penting bahwa pendidikan Islam Indonesia terus bergerak dengan semangat peningkatan mutu, kemajuan, dan nilai asali pendidikan Islam Indonesia.

Hal demikian menjadi penting karena beberapa hal. Pertama, “merebut peluang” penting. Wajah pendidikan Islam secara internasional saat ini dicitrakan tetap berkelindan dengan pandangan intoleran dan radikal. Kehadiran dan promosi pendidikan Islam dan pendidikan yang bercirikan Islam Indonesia dengan nilai moderatismenya, dengan sendirinya memiliki peluang besar untuk merebut panggung dan arus utama pendidikan Islam dunia. Indikasi ini terihat dari gambaran dan asumsi publik internasional tentang madrasah belakangan.

Kemenangan rezim Taliban di Afghanistan menjadi komoditas kepentingan politik yang meletakkan pelabelan Taliban sebagai produk madrasah Deoband. Meski otoritas madrasah Deoband di India menolak jejaring ini, keberadaan madrasah Deoband di kamp-kamp pengungsi di Pakistan dan sepanjang perbatasan Afghanistan-India, sebagai basis transmisi pengetahuan dan pendidikan Taliban, tidak dapat dibantah begitu saja.

Reportase berjudul Where Afghanistan’s New Taliban Leaders Went to School di The New York Times (25/11/2021) dengan asosiatif menghubungkan Deoband India dan Pakistan sebagai basis radikalisme para pemimpin Taliban. Reportase ini menjadi pemantik laporan dan opini serupa di berbagai media Barat kemudian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
BPDP Buka Pendaftaran...
BPDP Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026
Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Uswatun Hasanah: Kepemimpinan...
Uswatun Hasanah: Kepemimpinan Pendidikan yang memberi Makna
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Al-Hamidiyah Innovation...
Al-Hamidiyah Innovation Showcase 2026: Ajang Inovasi dan Kreativitas Generasi Masa Depan
Rekomendasi
Bhima Bagaskara Umumkan...
Bhima Bagaskara Umumkan Keluar dari Coldiac, Ini Alasannya
Ini Rangkaian Kegiatan...
Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 Selama 5 Hari di SMA dan SMK
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
Berita Terkini
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved