Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:19 WIB
loading...
Irjen Pol Pipit Rismanto segera dilantik sebagai Kapolda Jawa Barat. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Penasihat Ahli Kapolri Edi Hasibuan memprediksi Irjen Pol Pipit Rismanto bakal dilantik sebagai Kapolda Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, seluruh persyaratan administrasi maupun ketentuan organisasi telah terpenuhi sehingga pelantikan hanya tinggal menunggu waktu.
"Semua sudah memenuhi syarat dan tidak ada masalah apa pun. Kini hanya soal waktu saja," katanya, Sabtu (4/7/2026).
Anggota Kompolnas periode 2012–2016 ini menjelaskan keterlambatan pelantikan hanya soal administrasi karena menunggu Surat Keputusan (Skep) Presiden Prabowo Subianto terkait kenaikan pangkat Komjen Pol Rudi Setiawan, yang saat ini masih menjabat Kapolda Jabar. "Sekarang Pak Rudi Setiawan sudah naik pangkat jadi Komjen. Semoga Irjen Pol Pipit Rismanto segera dilantik," katanya.
Baca juga: 11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Selain itu, Direktur Eksekutif Lemkapi juga menepis sekaligus meluruskan berbagai pemberitaan yang mengaitkan tertundanya pelantikan dengan dugaan persoalan tambang. Menurut Edi, informasi tersebut tidak berdasar dan tidak perlu terus dikembangkan.
"Semua sudah memenuhi syarat dan tidak ada masalah apa pun. Kini hanya soal waktu saja," katanya, Sabtu (4/7/2026).
Anggota Kompolnas periode 2012–2016 ini menjelaskan keterlambatan pelantikan hanya soal administrasi karena menunggu Surat Keputusan (Skep) Presiden Prabowo Subianto terkait kenaikan pangkat Komjen Pol Rudi Setiawan, yang saat ini masih menjabat Kapolda Jabar. "Sekarang Pak Rudi Setiawan sudah naik pangkat jadi Komjen. Semoga Irjen Pol Pipit Rismanto segera dilantik," katanya.
Baca juga: 11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Selain itu, Direktur Eksekutif Lemkapi juga menepis sekaligus meluruskan berbagai pemberitaan yang mengaitkan tertundanya pelantikan dengan dugaan persoalan tambang. Menurut Edi, informasi tersebut tidak berdasar dan tidak perlu terus dikembangkan.
Lihat Juga :