Refleksi Hari Bakti Dokter Indonesia

Kamis, 19 Mei 2022 - 10:13 WIB
loading...
Refleksi Hari Bakti...
Zaenal Abidin (Foto; Ist)
A A A
Zaenal Abidin
Ketua Umum PB IDI periode 2012-2015 dan Sekjen PB IDI periode 2006 - 2009

SEJAK periode Prof Farid. A. Moeloek menjadi Ketua Umum (2003 - 2006), Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) rutin menyelenggarakan diksusi publik. Setelah Dr. dr. Fachmi Idris (Prof) menjadi Ketua Umum (2006 - 2009) dan Prof. Farid A. Moeloek selaku Ketua Purna, diksusi publik berlanjut, bahkan menjadi agenda bulanan bersama wartawan mitra IDI.

Karena sering menyelenggarakan dikusi publik maka Bang Amir Hamzah Pane (apoteker) yang saat itu staf ahli Komisi VII DPR RI mengajak saya untuk berjumpa dengan Bung Melkiades Laka Lena (apoteker, politisi Golkar). Pada pertemuan di Restoran Nelayan Manggala Wanabakti (Maret 2007) itu rupanya Bung Melki juga mengajak sohibnya Bung Franky Sahilatua.

Bang Amir mengenalkan saya dan program diksusi publik PB IDI kepada Bung Melki dan Bung Franky. Kemudian disambut oleh Bung Melki, bercerita tentang bangsa, kesehatan, dan bagaimana ia keliling Indonesia Bagian Timur bersama Bung Franky, serta membuat lagu untuk membingkai NKRI. Suasana diskusi cair seolah telah sering berjumpa.

Bung Franky mulai menyambar cerita Bung Melki tentang Indonesia dan bercerita tentang kebudayaan, kemiskinan, sakit tidak bisa berobat, dan lumpur Lapindo. Dan, juga tentang lagu ciptaannya terkait kondisi bangsa tersebut. Kemudian Bung Franky bertanya kepada saya, “Bung, apa yang dapat dilakukan dokter Indonesia untuk memperbaiki kesehatan rakyat Indonesia?” Saya jawab banyak sekali yang telah dilakukan oleh IDI dan dokter Indonesia untuk bangsa ini.

Secara historis, dokter Indonesia dan IDI memiliki sejarah panjang di negeri ini. Bila ditarik ke belakang, maka kita akan bertemu mahasiswa Stovia ketika itu, seperti Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, dan Goembrek. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan dianggap bodoh, diperlakukan tidak adil, serta tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda). Pada 1907 Soetomo bertemu dengan dr. Wahidin Soedirohusodo dan Tjipto Mangoenkoesoemo membicarakan keinginannya membentuk sebuah organisasi mahasiswa. Kedua sangat setuju dan mendukungnya.

Ruang kelas Anatomi Stovia (Museum Kebangkitan Nasional) menjadi saksi sejarah. Ahad, 20 Mei 1908, pukul sembilan pagi, Soetomo menjelaskan gagasannya. Menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka dan lahirlah organisasi Boedi Oetomo, yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Penjelasan saya ini kemudian mendapatkan tambahan dari Bang Amir dan Bung Melki bahwa tahun depan genap 100 tahun Boedi Oetomo.

Bung Franky rupanya tertarik dengan cerita kami bertiga. Mungkin karena sejalan dengan idealisme dan tema-tema lagu yang telah diciptakannya. Tentang Perahu Retak, Aku Papua, Orang Pinggiran, Suara dari Kemiskinan, Pancasila Rumah Kita, Penjalanan, dan seterusnya. Karena itu, beliau mengusulkan diskusi bulan April 2007 dilaksanakan di Bentara Budaya Kompas. Temanya, "Kesehatan dan Kebudayaan”. Ajakan Bung Franky ini cukup bagus, lagi pula jarang tema-tema kesehatan itu dikaitkan dengan kebudayaan. Karena itu usulannya saya bicarakan dengan teman-teman PB IDI, khususnya Ketua Umum Dr. dr. Fachmi Idris, namun disarankan agar diskusi diselenggarakan di kantor PB IDI saja, sebagaimana selama ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Rekomendasi
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Berita Terkini
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Optimistis Irjen Wibowo Tingkatkan Pelayanan Korlantas Semakin Modern
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved