Budi Santoso Dipecat seusai Tolak Dokter Asing, PKS: Kampus Merdeka Hanya Nama Belaka
Minggu, 07 Juli 2024 - 08:00 WIB
loading...
Pemecatan Dekan Fakultas Kesehatan (FK) Universitas Airlangga (Unair) Budi Santoso dari jabatannya disoroti DPR. Foto/Instagram budi_bus_santoso
A
A
A
JAKARTA - Pemecatan Dekan Fakultas Kesehatan (FK) Universitas Airlangga (Unair) Budi Santoso dari jabatannya disoroti Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahmy Alaydroes. Pasalnya, pemecatan itu terjadi setelah Budi menolak inisiatif Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendatangkan dokter asing ke Indonesia.
Menurut Fahmy, kebebasan berpendapat dan mengkritik di dunia akademisi telah berakhir bila pemecatan Budi tersebut berkaitan dengan penolakan wacana naturalisasi dokter asing ke Indonesia. “Jika benar pemberhentian Prof. Budi disebabkan oleh kritiknya, maka tamatlah kebebasan menyampaikan berpendapat atau kritik di kampus-kampus kita," ujar Fahmy dalam keterangannya dikutip, Minggu (7/7/2024).
Dia berpendapat, dunia akademisi akan menjadi kerdil dan tak ada lagi dosen hingga guru besar menyampaikan pikiran kritis. Ia pun menilai, slogan Kampus Merdeka hanya sebatas nama belaka.
Baca juga: Dekan FK Unair Dipecat Gegara Tolak Dokter Asing, Para Dekan Se-Indonesia Bereaksi!
"Bukan tidak mungkin, bila hal ini dibiarkan, kampus-kampus kita akan menjadi kerdil, tak ada lagi para akademisi, guru besar yang mau menyampaikan pikiran-pikiran kritis mereka. Kampus Merdeka hanya nama belaka,” ungkapnya.
Menurut Fahmy, kebebasan berpendapat dan mengkritik di dunia akademisi telah berakhir bila pemecatan Budi tersebut berkaitan dengan penolakan wacana naturalisasi dokter asing ke Indonesia. “Jika benar pemberhentian Prof. Budi disebabkan oleh kritiknya, maka tamatlah kebebasan menyampaikan berpendapat atau kritik di kampus-kampus kita," ujar Fahmy dalam keterangannya dikutip, Minggu (7/7/2024).
Dia berpendapat, dunia akademisi akan menjadi kerdil dan tak ada lagi dosen hingga guru besar menyampaikan pikiran kritis. Ia pun menilai, slogan Kampus Merdeka hanya sebatas nama belaka.
Baca juga: Dekan FK Unair Dipecat Gegara Tolak Dokter Asing, Para Dekan Se-Indonesia Bereaksi!
"Bukan tidak mungkin, bila hal ini dibiarkan, kampus-kampus kita akan menjadi kerdil, tak ada lagi para akademisi, guru besar yang mau menyampaikan pikiran-pikiran kritis mereka. Kampus Merdeka hanya nama belaka,” ungkapnya.
Lihat Juga :