Pendidikan yang Kita Rindukan
Senin, 09 Mei 2022 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Ingat serial novel "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata (2005)? Anak yang bernama Lintang itu mestinya bisa menjadi ahli nuklir kalau sukses sekolahnya. Namun, apa hendak di kata, nasibnya berakhir sebagai sopir truk karena ayahnya wafat sehingga dia harus drop out banting tulang mencari nafkah demi keluarganya. Di mana gerangan negara dalam kondisi seperti itu?
Ketiga, peran banyak pihak di luar sekolah dan sektor pendidikan perlu ditingkatkan. Lembaga negara, masyarakat, kalangan akademik, dunia usaha, dan media adalah pihak-pihak pemangku pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membantu bangsa ini mengangkat kualitas pendidikan secara masif. Ide kolaborasi ini bukan hal baru, karena Ki Hajar Dewantara sudah mencetuskannya dalam konsep Tripusat atau tiga "pusat" yang melingkupi pendidikan si anak didik, yaitu keluarga, sekolah,dan masyarakat. Pengalaman si anak, kalau ditilik dari konsep pendidikan konstruktivisme John Dewey, menjadi sentral dalam proses pembelajaran.
Alangkah baiknya apabila negara dalam hal ini kementerian pendidikan menjadi motor penggerak dan pengembang terwujudnya perluasan tiga pusat tadi menjadi kolaborasi yang ekstensif, sistemik, dan sistematis. Ekstensif karena menyangkut seluruh aspek pendidikan, mulai dari input, proses, dan keluarannya. Sistemik karena menyangkut semua unsur dalam aktivitas sektor pendidikan. Sistematis karena dijalankan secara mudah, terbuka, dan demokratis karena memanfaatkan aplikasi teknologi yang terbaru.
Cita-cita kemerdekaan republik ini dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara masih belum selesai. Tidak akan pernah selesai. Proses perbaikan secara terus menerus inilah yang membuat kita menjadi bangsa yang besar, maju, dan terdidik. Kita dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dalam sektor pendidikan apabila kita mampu menggali potensi diri dan hikmah dari pengalaman sejarah yang panjang ini. Semua strategi yang kita terapkan demi peningkatan kualitas anak-anak kita ini penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin kelas dunia di masa depan. Kita mampu kalau kita mau. Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Ketiga, peran banyak pihak di luar sekolah dan sektor pendidikan perlu ditingkatkan. Lembaga negara, masyarakat, kalangan akademik, dunia usaha, dan media adalah pihak-pihak pemangku pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membantu bangsa ini mengangkat kualitas pendidikan secara masif. Ide kolaborasi ini bukan hal baru, karena Ki Hajar Dewantara sudah mencetuskannya dalam konsep Tripusat atau tiga "pusat" yang melingkupi pendidikan si anak didik, yaitu keluarga, sekolah,dan masyarakat. Pengalaman si anak, kalau ditilik dari konsep pendidikan konstruktivisme John Dewey, menjadi sentral dalam proses pembelajaran.
Alangkah baiknya apabila negara dalam hal ini kementerian pendidikan menjadi motor penggerak dan pengembang terwujudnya perluasan tiga pusat tadi menjadi kolaborasi yang ekstensif, sistemik, dan sistematis. Ekstensif karena menyangkut seluruh aspek pendidikan, mulai dari input, proses, dan keluarannya. Sistemik karena menyangkut semua unsur dalam aktivitas sektor pendidikan. Sistematis karena dijalankan secara mudah, terbuka, dan demokratis karena memanfaatkan aplikasi teknologi yang terbaru.
Cita-cita kemerdekaan republik ini dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara masih belum selesai. Tidak akan pernah selesai. Proses perbaikan secara terus menerus inilah yang membuat kita menjadi bangsa yang besar, maju, dan terdidik. Kita dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dalam sektor pendidikan apabila kita mampu menggali potensi diri dan hikmah dari pengalaman sejarah yang panjang ini. Semua strategi yang kita terapkan demi peningkatan kualitas anak-anak kita ini penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin kelas dunia di masa depan. Kita mampu kalau kita mau. Selamat Hari Pendidikan Nasional.
(mpw)
Lihat Juga :