Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:29 WIB
loading...
Ekonomi Digital dan...
Mubasyier Fatah. Bendahara Umum Pimpinan Pusat Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Entrepreneur Bidang Teknologi Informasi dan Praktisi Keamanan Siber. Foto: Dokumen Pribadi
A A A
Oleh: Mubasyier Fatah
Bendahara Umum Pimpinan Pusat Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Entrepreneur Bidang Teknologi Informasi dan Praktisi Keamanan Siber

Di sebuah ruang kelas di pelosok Indonesia, seorang guru kini tidak lagi hanya mengajar dengan papan tulis dan buku paket. Ia mulai menggunakan video pembelajaran dari internet, memberi tugas melalui aplikasi digital, bahkan berkomunikasi dengan murid lewat telepon genggam.

Sementara di kota-kota besar, kecerdasan buatan mulai membantu siswa menyusun tugas, mencari referensi, hingga menerjemahkan bahasa asing dalam hitungan detik. Dunia pendidikan berubah begitu cepat, secepat perubahan ekonomi digital yang kini menguasai hampir seluruh sendi kehidupan manusia.

Perubahan itu menghadirkan harapan sekaligus kecemasan. Di satu sisi, ekonomi digital membuka peluang besar bagi pendidikan untuk menjadi lebih inklusif, modern, dan efisien. Namun di sisi lain, ia juga menghadirkan ancaman baru: ketimpangan akses teknologi, menurunnya kualitas pembelajaran, hingga lahirnya generasi yang sangat dekat dengan teknologi tetapi semakin jauh dari kedalaman berpikir.

Pertanyaannya kemudian, apakah ekonomi digital benar-benar menjadi jalan kemajuan pendidikan Indonesia, atau justru menciptakan masalah baru yang belum sepenuhnya kita sadari?

Ketika Ekonomi Digital Mengubah Cara Belajar

Ekonomi digital bukan sekadar soal perdagangan elektronik atau media sosial. Ia adalah perubahan besar dalam cara manusia bekerja, berinteraksi, dan memperoleh pengetahuan. Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital telah mengubah model pendidikan secara drastis.

Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah melampaui 220 juta orang pada 2025. Sebagian besar berasal dari kelompok usia produktif dan pelajar. Sementara itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai lebih dari 130 miliar dolar Amerika dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Perubahan ini otomatis memengaruhi dunia pendidikan. Proses belajar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ruang kelas fisik. Pengetahuan kini dapat diakses dari mana saja. Mahasiswa dapat mengikuti kuliah luar negeri secara daring, siswa sekolah bisa belajar melalui video interaktif, dan guru memperoleh akses ribuan sumber pembelajaran digital.

Positifnya, kondisi ini sebenarnya membuka peluang besar bagi demokratisasi pendidikan. Anak-anak di daerah terpencil kini memiliki kesempatan mengakses pengetahuan yang sebelumnya hanya tersedia di kota besar. Teknologi memperpendek jarak dan memperluas akses pendidikan.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah akses yang luas otomatis menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik?

Ketimpangan Digital dan Ancaman Kesenjangan Baru


Realitasnya, transformasi digital tidak berlangsung secara merata. Di banyak daerah, keterbatasan jaringan internet, perangkat teknologi, dan kemampuan digital masih menjadi hambatan besar.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat akses internet rumah tangga di wilayah perkotaan masih jauh lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Di sejumlah wilayah timur Indonesia, kualitas jaringan internet bahkan masih menjadi persoalan mendasar. Akibatnya, ekonomi digital justru berpotensi menciptakan bentuk ketimpangan baru: kesenjangan digital.

Anak-anak dari keluarga mampu dapat menikmati laptop, internet cepat, dan berbagai platform pembelajaran modern. Sementara itu, banyak siswa lain masih harus berbagi telepon genggam dengan anggota keluarga atau mencari sinyal di tempat tertentu hanya untuk mengikuti pembelajaran daring.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Bahas RUU Polri, Pemerintah...
Bahas RUU Polri, Pemerintah Perkuat Pengawasan Internal dengan Pemanfaatan Teknologi
Talenta Digital harus...
Talenta Digital harus Diperkuat untuk Kedaulatan Digital dan Ketahanan Nasional
Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Rekomendasi
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Berita Terkini
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved