Kedisiplinan Pemudik Jadi Kunci
Rabu, 20 April 2022 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Institute Transportation Development Policy (ITDP) Faela Sufa mengatakan, agar tidak memicu masalah, kebijakanone waydan ganjil genap harus disosisalisasi secara masif agar masyarakat mengetahui secara benar. Misalnya perlu ada informasi yang jelas pada ruas mana saja yang diberlakukanone waydan ganjil genap. Termasuk juga informasi perihal jalan alternatif.
Menurut dia, agar tidak banjir kendaraan saat mudik, setiap kementerian atau lembaga pemerintah perlu mengadakan program mudik bersama. Namun dia mengakui sering kali program ini juga terkendala keinginan pemudik membawa mobil atau sepeda motor mereka karena di kampung tidak ada kendaraan maupun angkutan umum.
Untuk rekayasa lalu lintas, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menerapkan sistem satu arah,contraflow,dan ganjil genap secara bersamaan baik di jalan tol maupun nontol. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan rekayasa lalu lintas ini diterapkan karena volume kendaraan pemudik diprediksi cukup tinggi.
Nantinya bila kendaraan tidak bergerak, akan dilakukanone way. "Apabila Polri tidak mengambil langkah intervensi rekayasa, kendaraan tidak akan bergerak. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen kapasitas jalan, yaitu paling sederhana kita akan menambah satu lajur berupacontraflow.Jika masih kurang kita akan melakukanone waydari arah Jakarta menuju arah timur," ujarnya.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengungkapkan sistem rekayasa tersebut diberlakukan karena tingginya animo masyarakat melaksanakan mudik dengan kendaraan pribadi. Sekitar 26 juta kendaraan roda empat diprediksi bakal melintas dengan pilihan utama melalui jalur tol. Sementara jutaan sepeda motor akan memenuhi jalur arteri nasional.
Aan mencontohkan, berdasarkan data dari Jasa Marga, jumlah mobil yang melintas di jalan tol Jakarta–Cikampek (Japek) berkisar 67.000–73.000 kendaraan dalam satu hari ketika akhir pekan. Jumlah itu ditaksir bakal meningkat menjadi 187.000–199.000 ketika puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 28–29 April nanti.
Menurut dia, agar tidak banjir kendaraan saat mudik, setiap kementerian atau lembaga pemerintah perlu mengadakan program mudik bersama. Namun dia mengakui sering kali program ini juga terkendala keinginan pemudik membawa mobil atau sepeda motor mereka karena di kampung tidak ada kendaraan maupun angkutan umum.
Untuk rekayasa lalu lintas, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menerapkan sistem satu arah,contraflow,dan ganjil genap secara bersamaan baik di jalan tol maupun nontol. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan rekayasa lalu lintas ini diterapkan karena volume kendaraan pemudik diprediksi cukup tinggi.
Nantinya bila kendaraan tidak bergerak, akan dilakukanone way. "Apabila Polri tidak mengambil langkah intervensi rekayasa, kendaraan tidak akan bergerak. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen kapasitas jalan, yaitu paling sederhana kita akan menambah satu lajur berupacontraflow.Jika masih kurang kita akan melakukanone waydari arah Jakarta menuju arah timur," ujarnya.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengungkapkan sistem rekayasa tersebut diberlakukan karena tingginya animo masyarakat melaksanakan mudik dengan kendaraan pribadi. Sekitar 26 juta kendaraan roda empat diprediksi bakal melintas dengan pilihan utama melalui jalur tol. Sementara jutaan sepeda motor akan memenuhi jalur arteri nasional.
Aan mencontohkan, berdasarkan data dari Jasa Marga, jumlah mobil yang melintas di jalan tol Jakarta–Cikampek (Japek) berkisar 67.000–73.000 kendaraan dalam satu hari ketika akhir pekan. Jumlah itu ditaksir bakal meningkat menjadi 187.000–199.000 ketika puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 28–29 April nanti.
Lihat Juga :