Soal Poros Islam di Pilpres 2024, PPP: Mau Gagah-gagahan atau Ingin Menang?
Selasa, 19 April 2022 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini menjelaskan, suara PPP sendiri terus mengalami penyusutan-penyusutan dalam beberapa kali pemilu. Setelah 5 kali pemilu di Orde Baru dan 5 kali pemilu di era Reformasi. Terjadi penurunan suara signifikan di 2019, dan perolehan maksimal PPP pada tahun 1982 yakni 27,78%, di sini menyatu seluruh kekuatan umat Islam, sampai akhirnya suara NU di PPP terpecah setelah adanya Muktamar NU di Situbondo.
“Muktamar NU di Situbondo, NU kembali ke khittah, artinya NU bukan hanya di PPP tapi berdiaspora ke partai-partai lain, akibatnya seluruh penurunan suara PPP dari 27,78% menjadi 15,96%. Selalu ada momentum yang mengiringi naik turunnya suara parpol,” papar Awiek.
(muh)
Lihat Juga :