Soal Poros Islam di Pilpres 2024, PPP: Mau Gagah-gagahan atau Ingin Menang?
Selasa, 19 April 2022 - 15:22 WIB
loading...
PPP menganggap koalisi poros Islam ini sangat mungkin terjadi di 2024 tetapi butuh usaha yang luar biasa untuk bisa menang. Foto/dok.SINDOnewss
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Achmad Baidowi mengaku sulit untuk bisa membentuk koalisi poros partai Islam untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik Paramadina Democracy Forum (PDF) yang bertajuk “Peran & Tantangan Partai Politik Islam Menuju Pemilu 2024”.
“Situasi politik di partai Islam di Indonesia sendiri, sangat sulit untuk bisa, apa istilahnya kalau sekarang itu ada bahasa tadi, sebuah gagasan yang fobia. Misalkan kalau ada keinginan mewacanakan Poros Islam,” kata pria yang akrab disapa Awiek ini dalam diskusi yang digelar daring pada Selasa (19/4/2022).
Baca juga: Dukung Anies Baswedan Menguntungkan PPP
Awiek menjelaskan, kalau melihat demografi Indonesia dan kategorisasi pemilih Indonesia yang mayoritas muslim, koalisi poros Islam ini sangat mungkin terjadi. Hanya saja, membutuhkan usaha yang luar biasa untuk bisa menang.
“Pertanyaan kemudian kita mau gagah-gagahan menggagas koalisi tapi ternyata kalah atau kita ingin menang? Itu saja sebenarnya yang dihadapi oleh parpol,” ujarnya.
“Situasi politik di partai Islam di Indonesia sendiri, sangat sulit untuk bisa, apa istilahnya kalau sekarang itu ada bahasa tadi, sebuah gagasan yang fobia. Misalkan kalau ada keinginan mewacanakan Poros Islam,” kata pria yang akrab disapa Awiek ini dalam diskusi yang digelar daring pada Selasa (19/4/2022).
Baca juga: Dukung Anies Baswedan Menguntungkan PPP
Awiek menjelaskan, kalau melihat demografi Indonesia dan kategorisasi pemilih Indonesia yang mayoritas muslim, koalisi poros Islam ini sangat mungkin terjadi. Hanya saja, membutuhkan usaha yang luar biasa untuk bisa menang.
“Pertanyaan kemudian kita mau gagah-gagahan menggagas koalisi tapi ternyata kalah atau kita ingin menang? Itu saja sebenarnya yang dihadapi oleh parpol,” ujarnya.
Lihat Juga :