Menuju Endemi Tanpa Ujug-Ujug
Senin, 04 April 2022 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, endemi. Pada endemi, agen penyebab tidak hilang dan tetap bersirkulasi dalam kehidupan manusia. Agen terus ada dalam waktu lama dan bahkan bisa seterusnya. Kasus dan kematian tetap ada dan jumlahnya bisa serius. Malaria dan tuberkulosis adalah dua contoh wabah endemi. Mesti statusnya endemi, setiap tahun kuman tuberkulosis menginfeksi 300 juta orang dan membunuh 600.000 orang.Magnitude-nya tidak ringan.
Dari keduaexit-gamedi atas,endingyang paling mungkin bagi pandemi saat ini adalah endemi. Masalahnya, saat Covid-19 muncul, penanganan yang dilakukan sangat terbatas, tidak efektif dan tidak sungguh-sungguh. Sebagian negara malah menyepelekan. Akhirnya, Covid-19 terus bersporadis dan melakukan penetrasi kesemua negara. Virus juga bermetamorfosis, berkembang menjadi beragam varian baru dengan tingkat penularan dan kefatalan yang bervariasi. Dengan pra-kondisi ini, sulit berharap Covid-19 akan musnah di muka bumi.
Kapan sebuah pandemi bermetamorfosis menjadi endemi? Sulit diprediksi secara tepat karena determinannya kompleks. Level imunitas atau antibodi pada masyarakat, baik pasca-terinfeksi maupun pasca-vaksinasi, sangat menentukan. Kalau levelnya singkat dan rendah (short lived), tingkat kekebalan masyarakat tidak adekuat dan singkat. Artinya, jalan ke status endemi masih panjang.
Kualitas penatalaksanaan juga menentukan, termasuk 3M, 3T dan vaksin. Bila penatalaksanaan baik dan efektif, endemi mudah tercapai. Kapasitas virus juga menentukan transisi. Bahkan pengaruh lingkungan, termasuk musim, juga memegang peranan penting. Di negara-negara barat, setiap masuk musim dingin akan terjadi lonjakan kasus dan kematian akibat wabah influenza.
Mempertimbangkan semua determinan di atas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi fase akut pandemi mungkin dapat terlewati tahun ini. Syarat utamanya, 70-80% penduduk dunia harus telah mendapat vaksin. Sayangnya, untuk mencapai cakupan ini, dibutuhkan minimal sembilan bulan lagi. Selain cakupan vaksin, banyak syarat lain, terutama perbaikan epidemiologis.Positivity rateharus di bawah 5%, perawatan rumah sakit mesti kurang 5% danreproduction numberharus 1 atau kurang. Semua indikator ini mesti terpenuhi selama paling tidak beberapa bulan.
Dari keduaexit-gamedi atas,endingyang paling mungkin bagi pandemi saat ini adalah endemi. Masalahnya, saat Covid-19 muncul, penanganan yang dilakukan sangat terbatas, tidak efektif dan tidak sungguh-sungguh. Sebagian negara malah menyepelekan. Akhirnya, Covid-19 terus bersporadis dan melakukan penetrasi kesemua negara. Virus juga bermetamorfosis, berkembang menjadi beragam varian baru dengan tingkat penularan dan kefatalan yang bervariasi. Dengan pra-kondisi ini, sulit berharap Covid-19 akan musnah di muka bumi.
Kapan sebuah pandemi bermetamorfosis menjadi endemi? Sulit diprediksi secara tepat karena determinannya kompleks. Level imunitas atau antibodi pada masyarakat, baik pasca-terinfeksi maupun pasca-vaksinasi, sangat menentukan. Kalau levelnya singkat dan rendah (short lived), tingkat kekebalan masyarakat tidak adekuat dan singkat. Artinya, jalan ke status endemi masih panjang.
Kualitas penatalaksanaan juga menentukan, termasuk 3M, 3T dan vaksin. Bila penatalaksanaan baik dan efektif, endemi mudah tercapai. Kapasitas virus juga menentukan transisi. Bahkan pengaruh lingkungan, termasuk musim, juga memegang peranan penting. Di negara-negara barat, setiap masuk musim dingin akan terjadi lonjakan kasus dan kematian akibat wabah influenza.
Mempertimbangkan semua determinan di atas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi fase akut pandemi mungkin dapat terlewati tahun ini. Syarat utamanya, 70-80% penduduk dunia harus telah mendapat vaksin. Sayangnya, untuk mencapai cakupan ini, dibutuhkan minimal sembilan bulan lagi. Selain cakupan vaksin, banyak syarat lain, terutama perbaikan epidemiologis.Positivity rateharus di bawah 5%, perawatan rumah sakit mesti kurang 5% danreproduction numberharus 1 atau kurang. Semua indikator ini mesti terpenuhi selama paling tidak beberapa bulan.
Lihat Juga :