Dilabeli Anti Islam, Sebelum Meninggal Jenderal Kopassus Ini Berwasiat Dibacakan Kalimat Syahadat

Jum'at, 01 April 2022 - 05:42 WIB
loading...
A A A
Anggapan Benny pembenci Islam sedikit memudar karena kedekatannya dengan sejumlah pemimpin pondok pesantren. Salah satunya dengan Kiai Asyaad. Benny memperlakukan pemimpin salah satu pesantren di Jawa Timur tersebut bukan hanya sebagai tamu, melainkan juga sebagai guru dan sahabat.

Dalam banyak kesempatan, mereka tidak segan tertawa terbahak-bahak, berdua. Berdikusi selama berjam-jam. Mulai dari posisi duduk sampai tidur-tiduran.

Selama kurun waktu 1983-1992, keakrabannya dengan sejumlah kiai dan pesantren dapat dilihat secara nyata oleh orang-orang dekatnya, terutama anak buahnya. Namun, Benny memang tidak pernah mau berkoar-koar tentang kegiatannya tersebut kepada media massa.

Pada rentang waktu itu, Benny sangat sering memberikan bantuan materi untuk pembangunan pesantren dan masjid. Termasuk pesantren yang dipimpin Kiai Asyaad di Situbondo.

Bahkan pada suatu ketika, Kiai Asyaad pernah mengajak Benny untuk naik haji bersamanya, karena perhatian jenderal Kopassus ini yang luar biasa kepada pesantrennya. Salah seorang anak buah Benny, I Wayan Mendra menceritakan bahwa Benny kala itu menjawab:

"Kiai, saya kan Katolik. Jadi tidak bisa ke Mekkah..."

Kiai Asyaad sambil berguyon menjawab, "Kalau saya yang mengawal Pak Benny, tidak ada yang berani melarang. Termasuk malaikat."

Benny disebut banyak membantu pesantren dan masjid di hampir semua kota di Jawa Timur, mulai dari Ngawi, Madiun, Nganjuk, Tulung Agung sampai di Situbondo. Banyak anak buahnya yang terkaget-kaget karena baru belakangan mengetahui bahwa masjid atau pesantren di wilayahnya, mendapatkan bantuan dan perhatian dari Benny.

Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) salah satu tokoh yang mematahkan anggapan Benny adalah musuh dari umat Islam. "Sebagian teman menyatakan bahwa Benny adalah musuh Islam yang sesungguhnya, tapi kesimpulan itu salah. Justru Benny adalah orang yang melaksanakan pola hubungan negara dengan agama yang seharusnya."

Pendapat Gus Dur ini diperkuat sebuah fakta yang berkaitan dengan agama Benny. Pada 1975, Soeharto menunjuk Benny memimpin Operasi Seroja ke Timor Timur. Mayoritas penduduk di sana beragama Katolik.
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1900 seconds (0.1#10.140)