Wapres Ma'ruf Amin Dukung Arab Saudi Pelopori Gerakan Islam Wasathiyah
Jum'at, 25 Maret 2022 - 16:39 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluh Kerajaan Arab Saudi, Abdullatif bin Abdulazis Al-Syaikh, di Jakarta, Jumat (25/3/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres) Ma'ruf Amin mendukung Arab Saudi yang memelopori gerakan Islam Wasathiyah ( Islam moderat ). Melalui penerapan nilai-nilai moderasi, diyakini dapat memberikan keselamatan untuk seluruh alam dan diperlukan oleh seluruh masyarakat internasional.
"Bapak Wakil Presiden memberikan dukungannya, pemerintah Arab Saudi mengambil posisi terdepan dalam mempelopori gerakan Islam Wasathiyah ini," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, dalam keterangan persnya usai mendampingi Wapres menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluh Kerajaan Arab Saudi, Abdullatif bin Abdulazis Al-Syaikh, di Jakarta, Jumat (25/3/2022).
Zainut menyampaikan dalam pertemuan tersebut, Wapres mengenang sejarah para ulama Indonesia yang dahulu menuntut ilmu agama di Arab Saudi. Ia menceritakan bahwa ilmu yang didapat sangat aplikatif untuk diimplementasikan di Indonesia dengan latar belakang masyarakat beragam.
"Bapak Wakil Presiden menyampaikan bahwa dulu ulama-ulama kita yang belajar di Tanah Suci, mereka adalah ulama-ulama yang kemudian memiliki santri-santri, murid-murid yang kemudian kembali ke Indonesia menyebarkan Islam secara damai dan juga di antara mereka menjadi pejuang-pejuang untuk melawan penjajah," kata Wamenag.
"Bapak Wakil Presiden memberikan dukungannya, pemerintah Arab Saudi mengambil posisi terdepan dalam mempelopori gerakan Islam Wasathiyah ini," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, dalam keterangan persnya usai mendampingi Wapres menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluh Kerajaan Arab Saudi, Abdullatif bin Abdulazis Al-Syaikh, di Jakarta, Jumat (25/3/2022).
Zainut menyampaikan dalam pertemuan tersebut, Wapres mengenang sejarah para ulama Indonesia yang dahulu menuntut ilmu agama di Arab Saudi. Ia menceritakan bahwa ilmu yang didapat sangat aplikatif untuk diimplementasikan di Indonesia dengan latar belakang masyarakat beragam.
"Bapak Wakil Presiden menyampaikan bahwa dulu ulama-ulama kita yang belajar di Tanah Suci, mereka adalah ulama-ulama yang kemudian memiliki santri-santri, murid-murid yang kemudian kembali ke Indonesia menyebarkan Islam secara damai dan juga di antara mereka menjadi pejuang-pejuang untuk melawan penjajah," kata Wamenag.
Lihat Juga :