Launching Grand Design Badan Moderasi Beragama, Menag: Tugas Kita Ajak Umat Hidup Berdampingan
Rabu, 11 Desember 2024 - 19:36 WIB
loading...
Menag Nasaruddin Umar menegaskan tugas Kemenag, khususnya Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bukanlah menyatukan umat, melainkan memberikan pembelajaran tentang hidup berdampingan di tengah perbedaan. Foto/SINDOnews/masdaru
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar "Rakor Sekber MB dan Launching Grand Design: Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia" di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag RI.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan tugas Kemenag, khususnya Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut Nasaruddin, tugas Kemenag bukanlah menyatukan umat, melainkan memberikan pembelajaran tentang hidup berdampingan di tengah perbedaan.
"Saya ulangi tugas kita selaku kementerian agama bukan untuk menyatukan umat, bukan itu yang priority, tapi bagaimana memberikan pembejaran terhadap umat ini bisa hidup berdampingan dengan perbedaan yang ada," katanya, Rabu (11/12/2024).
Baca juga: Ethiopia Kagumi Keberhasilan Program Moderasi Beragama di Indonesia
Nasaruddin menjelaskan, pembelajaran untuk membiasakan hidup di tengah keberagaman dinilai jauh lebih penting dilakukan saat ini. Dengan bisa menghargai perbedaan, maka dengan sendirinya persatuan akan terbangun sendirinya. "Jadi bukan bagaimana bersatu, tapi bagaimana membiasakan hidup di tengah perbedaan. Ini lebih urgen bagi kita," sambungnya.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan tugas Kemenag, khususnya Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut Nasaruddin, tugas Kemenag bukanlah menyatukan umat, melainkan memberikan pembelajaran tentang hidup berdampingan di tengah perbedaan.
"Saya ulangi tugas kita selaku kementerian agama bukan untuk menyatukan umat, bukan itu yang priority, tapi bagaimana memberikan pembejaran terhadap umat ini bisa hidup berdampingan dengan perbedaan yang ada," katanya, Rabu (11/12/2024).
Baca juga: Ethiopia Kagumi Keberhasilan Program Moderasi Beragama di Indonesia
Nasaruddin menjelaskan, pembelajaran untuk membiasakan hidup di tengah keberagaman dinilai jauh lebih penting dilakukan saat ini. Dengan bisa menghargai perbedaan, maka dengan sendirinya persatuan akan terbangun sendirinya. "Jadi bukan bagaimana bersatu, tapi bagaimana membiasakan hidup di tengah perbedaan. Ini lebih urgen bagi kita," sambungnya.
Lihat Juga :