Memahami Pelanggan melalui Riset Sederhana
Kamis, 17 Maret 2022 - 15:36 WIB
loading...
Ilustrasi/Dok SINDO
A
A
A
Dr. Prima Mulyasari Agustini
Dosen Universitas Bakrie
PELANGGAN merupakan aset penting bagi perusahaan. Pelanggan yang loyal memberikan banyak benefit bagi perusahaan. Seluruh daya komunikasi pemasaran ditujukan untuk mendapatkan pelanggan yang setia, loyal terhadap produk dan perusahaan. Di tengah bisnis yang semakin sulit, selain kompetitor yang semakin sulit dihadapi, perubahan lingkungan perusahaan lainnya juga menjadi tantangan tersendiri. Namun perusahaan akan selalu membuat strategi baru, taktik baru untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
Memahami pelanggan merupakan kunci utama agar perusahaan dapat memperbaiki produk atau menambah produk yang dihasilkan. Harapannya tentu saja produk laris di pasar karena dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Mengenal secara mendalam pelanggan dapat dikatakan gampang-gampang susah. Prosesnya harus dilakukan secara berkelanjutan, karena pelanggan selalu berubah. Ditambah lagi tarikan kompetitor yang selalu mengintai setiap saat.
Riset merupakan salah satu aktivitas yang dengan mudah dapat dilakukan sepanjang waktu, agar perusahaan dapat memahami pelanggan. Riset sederhana mengenai pelanggan, dapat dilakukan dengan metode kuantitatif maupun kualitatif.
Apa itu riset kuantitatif? Riset kuantitatif merupakan penelitian one shoot atau cross- sectional studies yang risetnya melalui penggunaan angka. Riset kuantitatif dapat dilakukan dengan mengumpulkan data satu kali dalam periode waktu tertentu, dalam beberapa hari, beberapa minggu, atau beberapa bulan untuk menjawab pertanyaan dalam sebuah riset (Sekaran dan Bougie, 2017). Riset kuantitatif merupakan kajian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berupa angka. Biasanya riset dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Ada juga yang menyebarkannya via google form atau langsung bertanya kepada konsumen dengan pertanyaan yang sudah dibuat terstruktur dan diberi bobot nilai. Misalnya: Bagaimana penilaian Anda mengenai pelayanan kasir di toko kami? Jawaban: a. baik, b. sedang, c. buruk. Data hanya tinggal diolah dengan menjumlahkan jawaban pelanggan yang memilih a, b, dan c.
Dosen Universitas Bakrie
PELANGGAN merupakan aset penting bagi perusahaan. Pelanggan yang loyal memberikan banyak benefit bagi perusahaan. Seluruh daya komunikasi pemasaran ditujukan untuk mendapatkan pelanggan yang setia, loyal terhadap produk dan perusahaan. Di tengah bisnis yang semakin sulit, selain kompetitor yang semakin sulit dihadapi, perubahan lingkungan perusahaan lainnya juga menjadi tantangan tersendiri. Namun perusahaan akan selalu membuat strategi baru, taktik baru untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
Memahami pelanggan merupakan kunci utama agar perusahaan dapat memperbaiki produk atau menambah produk yang dihasilkan. Harapannya tentu saja produk laris di pasar karena dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Mengenal secara mendalam pelanggan dapat dikatakan gampang-gampang susah. Prosesnya harus dilakukan secara berkelanjutan, karena pelanggan selalu berubah. Ditambah lagi tarikan kompetitor yang selalu mengintai setiap saat.
Riset merupakan salah satu aktivitas yang dengan mudah dapat dilakukan sepanjang waktu, agar perusahaan dapat memahami pelanggan. Riset sederhana mengenai pelanggan, dapat dilakukan dengan metode kuantitatif maupun kualitatif.
Apa itu riset kuantitatif? Riset kuantitatif merupakan penelitian one shoot atau cross- sectional studies yang risetnya melalui penggunaan angka. Riset kuantitatif dapat dilakukan dengan mengumpulkan data satu kali dalam periode waktu tertentu, dalam beberapa hari, beberapa minggu, atau beberapa bulan untuk menjawab pertanyaan dalam sebuah riset (Sekaran dan Bougie, 2017). Riset kuantitatif merupakan kajian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berupa angka. Biasanya riset dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Ada juga yang menyebarkannya via google form atau langsung bertanya kepada konsumen dengan pertanyaan yang sudah dibuat terstruktur dan diberi bobot nilai. Misalnya: Bagaimana penilaian Anda mengenai pelayanan kasir di toko kami? Jawaban: a. baik, b. sedang, c. buruk. Data hanya tinggal diolah dengan menjumlahkan jawaban pelanggan yang memilih a, b, dan c.
Lihat Juga :