Pesan Damai Menteri Agama dari Hartford-USA: Menyatukan Dunia melalui Dialog Lintas Iman

Jum'at, 16 Mei 2025 - 20:58 WIB
loading...
Pesan Damai Menteri...
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI HM. Muhammad Adib Abdushomad. FOTO/DOK.SindoNews
A A A
HM. Muhammad Adib Abdushomad
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI
Pengasuh Pesantren Mahasiswa Madani Global Citizesnhip Rempoa-Tangsel
Dosen Pasca Sarjana BBC Islamic University

DALAM situasi dunia yang cenderung semakin terfragmentasi oleh kepentingan politik, ekonomi, dan ideologis, pesan-pesan perdamaian intern umat beragama, antarumat beragama, dan antarsesama manusia menjadi sangat relevan untuk digaungkan kembali. Pesan tersebut disampaikan oleh Prof. Nasaruddin Umar, sosok alumni pesantren dan alumni PTKIN yang mendapatkan penganugerahan 'Doctor of Divinity' Honoris Causa dari Hartford International University (HIU) Amerika Serikat pada 15 Mei 2025.

Rekognisi tersebut salah satu evidence nyata akan visi 'Internasionalisasi' yang sering beliau sampaikan, bahwa bangsa Indonesia harus tampil di pentas dunia (take leadership) dan dapat menjadi rujukan terkait kerukunan dan kedamaian dengan slogan yang terkenal Bhineka Tunggal Ika dan ideologi Pancasila.

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini menyampaikan bagaimana pendekatan berbasis spiritualitas, kebudayaan, dan pendidikan lintas agama mampu menjadi jembatan dalam membangun harmoni di tengah keberagaman. Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membaca perbedaan sebagai kekayaan, bukan sebagai ancaman. Ia menyebutkan bagaimana Islam di Indonesia berkembang menjadi 'Islam Nusantara' Islam yang dipraktikkan dengan kekayaan budaya lokal dan penuh semangat toleransi. Pendekatan kearifan lokal ini tidak hanya menjadi model keberagamaan inklusif khas Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi global di tengah memburuknya relasi antarnegara yang memiliki latar belakang keagamaan dan etnis yang berbeda.

Eskalasi Konflik di Dunia

Meskipun sudah reda untuk sementara waktu dengan dibantu negosiasi, ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara yang memiliki akar sejarah dan identitas keagamaan yang kuat, menjadi refleksi nyata akan kebutuhan mendesak untuk kembali pada nilai-nilai universal: kasih sayang, keadilan, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Kedua negara tersebut sering terjebak dalam siklus konflik yang tidak hanya merugikan secara politik dan ekonomi, tetapi juga menimbulkan luka psikososial yang mendalam di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, pendekatan Prof. Nasaruddin Umar yang mengedepankan dialog lintas iman, serta kerja sama berbasis nilai-nilai Abrahamik, sangat relevan untuk direplikasi dalam diplomasi internasional.

Di era globalisasi dan hiperkompetisi antarbangsa, perbedaan agama dan ideologi kerap dipolitisasi demi kepentingan jangka pendek. Prof. Nasaruddin Umar menekankan bahwa ketiga agama besar dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi. pada dasarnya adalah “saudara kandung” yang lahir dari figur Nabi Ibrahim Alaihi Salam, sebagai bapak spiritual dan teladan umat. Menteri yang sangat humble dan murah senyum ini selanjutnya mengutip Surah Al-Baqarah ayat 62 yang menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya terbatas bagi pemeluk Islam, tetapi juga berlaku bagi Yahudi, Nasrani, dan bahkan Sabi’in, selama mereka beriman kepada Tuhan dan berbuat kebajikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Prabowo Salat Iduladha...
Prabowo Salat Iduladha di Paris, Menag: Tetap Ikuti Perkembangan di Istiqlal
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rekomendasi
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Berita Terkini
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved