Korona dan Jalan Panjang Perjuangan
Rabu, 02 Maret 2022 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Tak berlebihan kiranya tepat di usia dua tahun ini, kita tidak lantas pasrah. Boleh lelah, tapi tidak lantas membuat kita menyerah. Justru setumpuk kelelahan kolektif yang dirasakan seluruh penduduk dunia ini menjadi modal untuk membuat tata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Bagi pemerintah Indonesia, momentum dua tahun ini menjadi titik strategis untuk makin menguatkan skema penanganan pandemi. Kekalutan bangsa ini kala dihantam gelombang varian Delta pada medio 2021 terbukti melahirkan hikmah tersendiri. Indonesia akhirnya memiliki model atau mekanisme penanganan Covid yang berbeda dengan negara lain. Kekhasan itu antara lain terlihat pada klasifikasi dengan model pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), aturan perjalanan luar negeri dan massifnya vaksinasi.
Kita juga cukup lega kala banyak negara besar kalang kabut dihantam varian Omicron, namun Indonesia relatif lebih tahan. Bahkan hari-hari ini, tren kasus Covid terus melandai dengan angka kematian yang tidak tinggi. Meski banyak menuai pujian, bukan berarti solusi yang dibuat bangsa ini sudahlah final.
Penanganan Covid-19 yang telah menjadi pandemi dan tidak diketahui ujungnya ini jelas membutuhkan rumusan-rumusan tidak formalistik sekaligus berkelanjutan. Sebab pandemi ini telah menyeruak hebat ke berbagai penjuru negeri dan menimbulkan berbagai dampak yang sangat kompleks.
Berpijak pada realitas tersebut, kolaborasi dan sinergi menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sinergi ini membutuhkan kesepahaman bersama untuk membentuk kesadaran baru dan perubahan yang lebih nyata. Dalam konteks lebih sederhana, di tengah masyarakat yang kian multipleks, perjuangan melawan pandemi menuntut representasi sosial yang menghadirkan penekanan kognisi, diskusi hingga negosiasi. Dari sinilah akan memunculkan kesepahaman bersama di tengah kesadaran bahwa virus Covid-19 ini masih ada di sekitar kita.
Bagi pemerintah Indonesia, momentum dua tahun ini menjadi titik strategis untuk makin menguatkan skema penanganan pandemi. Kekalutan bangsa ini kala dihantam gelombang varian Delta pada medio 2021 terbukti melahirkan hikmah tersendiri. Indonesia akhirnya memiliki model atau mekanisme penanganan Covid yang berbeda dengan negara lain. Kekhasan itu antara lain terlihat pada klasifikasi dengan model pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), aturan perjalanan luar negeri dan massifnya vaksinasi.
Kita juga cukup lega kala banyak negara besar kalang kabut dihantam varian Omicron, namun Indonesia relatif lebih tahan. Bahkan hari-hari ini, tren kasus Covid terus melandai dengan angka kematian yang tidak tinggi. Meski banyak menuai pujian, bukan berarti solusi yang dibuat bangsa ini sudahlah final.
Penanganan Covid-19 yang telah menjadi pandemi dan tidak diketahui ujungnya ini jelas membutuhkan rumusan-rumusan tidak formalistik sekaligus berkelanjutan. Sebab pandemi ini telah menyeruak hebat ke berbagai penjuru negeri dan menimbulkan berbagai dampak yang sangat kompleks.
Berpijak pada realitas tersebut, kolaborasi dan sinergi menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sinergi ini membutuhkan kesepahaman bersama untuk membentuk kesadaran baru dan perubahan yang lebih nyata. Dalam konteks lebih sederhana, di tengah masyarakat yang kian multipleks, perjuangan melawan pandemi menuntut representasi sosial yang menghadirkan penekanan kognisi, diskusi hingga negosiasi. Dari sinilah akan memunculkan kesepahaman bersama di tengah kesadaran bahwa virus Covid-19 ini masih ada di sekitar kita.
(bmm)
Lihat Juga :