Korona dan Jalan Panjang Perjuangan
Rabu, 02 Maret 2022 - 16:22 WIB
loading...
Muncul harapan besar agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan mulai mengarah menjadi endemi sehingga manusia akan hidup berdampingan dengan virus ini. (KORAN SINDO/Wawan Bastian).
A
A
A
TEPAT hari ini, Rabu (2/3), virus korona penyebab Covid-19 memasuki masa dua tahun sejak dinyatakan resmi menjangkiti masyarakat Indonesia pada 2 Maret 2020 silam. Dari awalnya hanya terdeteksi menjangkiti dua orang pada hari tersebut, virus korona hingga kini tak henti terus memapar. Merujuk data dari Satuan Tugas Covid-19, tercatat sudah ada 5,56 juta warga Indonesia yang terpapar. Dari jumlah itu, 148.000 di antaranya meninggal dunia.
Kita sepakat bahwa angka-angka itu bukanlah jumlah yang sedikit. Dan, dua tahun terakhir ini adalah periode yang begitu sangat berharga bagi perjalanan bangsa Indonesia. Terlebih pada pertengahan 2021, virus korona yang memapar hebat ratusan ribu warga Indonesia membuat banyak orang telah kehilangan nyawa dalam tempo singkat. Mereka yang menjadi korban sangat mungkin bagian dari keluarga, sahabat dan kawan terdekat kita.
Hingga 2022 ini, kendati berbagai jalan diikhtiarkan, faktanya virus ini belumlah benar-benar berhenti menghantui warga dunia. Bahkan terkadang yang membuat kita semakin was-was, virus ini tak henti terus berkembang, terpecah menjadi beragam varian dengan bermacam-macam sebutan identitas.
Di tengah situasi yang masih dihadapkan ketidakpastian tersebut, sudah seharusnya kita yang masih diberikan umur panjang untuk menggunakan kesempatan ini sebagai sarana bersyukur sekaligus bertafakur dalam rangka merumuskan solusi yang terbaik. Target finalnya adalah bagaimana ke depan bisa terbangun manusia-manusia yang lebih tahan terhadap gangguan virus ini. Syukur-syukur jika dalam waktu dekat bisa ditemukan obat Covid yang sangat manjur. Tentu hal itu menjadi kelegaan tersendiri, termasuk bagi seluruh penduduk di negeri ini.
Berpijak dari realitas tersebut, sejatinya meski Covid-19 telah berusia lebih dari dua tahun, namun belum ada pihak manapun di belahan bumi ini yang berani mengklaim telah lolos sepenuhnya dari ujian virus ini. Dari sini jelas, masa dua tahun memang panjang dan terasa sangatlah melelahkan. Dua tahun juga menjadi masa-masa yang memilukan dan penuh keprihatinan. Namun, dua tahun ini ternyata belumlah cukup untuk menyingkirkan virus mematikan ini.
Kita sepakat bahwa angka-angka itu bukanlah jumlah yang sedikit. Dan, dua tahun terakhir ini adalah periode yang begitu sangat berharga bagi perjalanan bangsa Indonesia. Terlebih pada pertengahan 2021, virus korona yang memapar hebat ratusan ribu warga Indonesia membuat banyak orang telah kehilangan nyawa dalam tempo singkat. Mereka yang menjadi korban sangat mungkin bagian dari keluarga, sahabat dan kawan terdekat kita.
Hingga 2022 ini, kendati berbagai jalan diikhtiarkan, faktanya virus ini belumlah benar-benar berhenti menghantui warga dunia. Bahkan terkadang yang membuat kita semakin was-was, virus ini tak henti terus berkembang, terpecah menjadi beragam varian dengan bermacam-macam sebutan identitas.
Di tengah situasi yang masih dihadapkan ketidakpastian tersebut, sudah seharusnya kita yang masih diberikan umur panjang untuk menggunakan kesempatan ini sebagai sarana bersyukur sekaligus bertafakur dalam rangka merumuskan solusi yang terbaik. Target finalnya adalah bagaimana ke depan bisa terbangun manusia-manusia yang lebih tahan terhadap gangguan virus ini. Syukur-syukur jika dalam waktu dekat bisa ditemukan obat Covid yang sangat manjur. Tentu hal itu menjadi kelegaan tersendiri, termasuk bagi seluruh penduduk di negeri ini.
Berpijak dari realitas tersebut, sejatinya meski Covid-19 telah berusia lebih dari dua tahun, namun belum ada pihak manapun di belahan bumi ini yang berani mengklaim telah lolos sepenuhnya dari ujian virus ini. Dari sini jelas, masa dua tahun memang panjang dan terasa sangatlah melelahkan. Dua tahun juga menjadi masa-masa yang memilukan dan penuh keprihatinan. Namun, dua tahun ini ternyata belumlah cukup untuk menyingkirkan virus mematikan ini.
Lihat Juga :