Mengatasi Dampak Kekerasan dan Pelecehan dengan Komunikasi
Kamis, 24 Februari 2022 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
Putri & Dyah (2021: 14) menyampaikan juga efek dari kekerasan dan pelecehan seksual ini dapat meninggalkan memori yang buruk, oleh karenanya dapat berimplikasi terhadap mind, body, dan soul-nya. Dalam arti, labelisasi dari masyarakat atas seseorang yang terganggu jiwanya sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang sangat serius karena stigma negatif yang memang terbentuk di masyarakat apabila seseorang membutuhkan psikolog atau psikiater dinilai orang tersebut tidak waras dan dikucilkan.
Mengetahui dampak yang sangat signifikan dari kekerasan seksual, penting sekali peranan keluarga yang menjadi supporting system-nya untuk membantu melalui pascatraumatik dari perilaku tersebut. Keluarga adalah wadah atau sanctuary penyembuhan bagi korban kekerasan seksual. Di sini keluarga jangan bersikap berlebihan pada korban seperti marah, frustrasi, tidak percaya, dan merasa dikecewakan. Selain itu, keluarga harus memberikan dukungan yang positif bahwa korban bisa melaluinya, lalu ciptakan iklim komunikasi yang kondusif dengan memberikan rasa nyaman dan aman.
Korban butuh lingkungan yang mau menerima dan mendengarkannya, sehingga selain keluarga, peer group juga memberikan tempat ini bagi mereka. Selanjutnya, jangan memberikan banyak kalimat pertanyaan yang menyudutkan korban yakni kapan, di mana, bagaimana, mengapa, dan siapa. Sebab kalimat yang negatif demikian akan menyebabkan korban sulit untuk bisa melaluinya. Oleh karena itu, peran significant others ialah menghormati privacy-nya dengan tidak memaksakan atau menggesa-gesa mereka untuk segera menceritakannya. Dengan demikian, apabila korban dan significant others-nya dapat melalui bersama dan full support maka akan tercipta 3MB yaitu menerima, memaafkan, mensyukuri, dan belajar dari pengalaman tersebut sehingga akan menjadi pengetahuan dan hubungan yang terjalin semakin kuat dan positif.
Mengetahui dampak yang sangat signifikan dari kekerasan seksual, penting sekali peranan keluarga yang menjadi supporting system-nya untuk membantu melalui pascatraumatik dari perilaku tersebut. Keluarga adalah wadah atau sanctuary penyembuhan bagi korban kekerasan seksual. Di sini keluarga jangan bersikap berlebihan pada korban seperti marah, frustrasi, tidak percaya, dan merasa dikecewakan. Selain itu, keluarga harus memberikan dukungan yang positif bahwa korban bisa melaluinya, lalu ciptakan iklim komunikasi yang kondusif dengan memberikan rasa nyaman dan aman.
Korban butuh lingkungan yang mau menerima dan mendengarkannya, sehingga selain keluarga, peer group juga memberikan tempat ini bagi mereka. Selanjutnya, jangan memberikan banyak kalimat pertanyaan yang menyudutkan korban yakni kapan, di mana, bagaimana, mengapa, dan siapa. Sebab kalimat yang negatif demikian akan menyebabkan korban sulit untuk bisa melaluinya. Oleh karena itu, peran significant others ialah menghormati privacy-nya dengan tidak memaksakan atau menggesa-gesa mereka untuk segera menceritakannya. Dengan demikian, apabila korban dan significant others-nya dapat melalui bersama dan full support maka akan tercipta 3MB yaitu menerima, memaafkan, mensyukuri, dan belajar dari pengalaman tersebut sehingga akan menjadi pengetahuan dan hubungan yang terjalin semakin kuat dan positif.
(zik)
Lihat Juga :