Kisruh Harga Pangan yang Selalu Berulang
Senin, 21 Februari 2022 - 07:39 WIB
loading...
Perlu solusi jangka panjang mengurus bahan pangan/FOTO/TAHYUDIN
A
A
A
Sejumlah barang kebutuhan pokok akhir-akhir ini mengalami kenaikan harga. Di saat harga minyak goreng yang masih belum stabil, bahkan langka di pasaran, kini giliran para produsen tahu tempe yang dipusingkan dengan kenaikan harga kedelai yang dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan bahan baku sumber protein paling murah ini terjadi di sejumlah wiilayah. Harga kedelai yang semula di bawah Rp9.000 per kg menjadi Rp11.000 bahkan ada yang mencapai Rp12.000 per kg. Para produsen tahu tempe pun mengeluhkan kondisi ini karena imbasnya mereka kehilangan keuntungan cukup besar.
Bahkan, ada pula yang mengaku merugi sehingga mereka terpaksa memperkecil ukuran tempe kendati buntutnya diprotes pelanggan. Sebagai bentuk kekecewaan, para produsen tempe-tahun berencana menggelar aksi mogok kerja pada 21-23 Februari ini.
Masalah tataniaga pangan di negeri ini memang seolah tidak ada habisnya. Kisruh kenaikan harga bahan pokok selalu saja terjadi hampir setiap tahun dan di musim-musim tertentu. Begitupun soal kedelai. Kejadian ini bukan kali pertama terjadi.
Pertanyannya, bagaimana sesungguhnya tata kelola pangan di negeri ini? Mengapa rentan sekali terjadi fluktuasi harga yang akhirnya merugikan pedagang kecil dan konsumen kelas bawah?
Berbagai pertanyaan yang kerap mengemuka tersebut pantas disampaikan. Namun, respons otoritas terkait sepertinya nyaris sama dari tahun ke tahun.
Kenaikan bahan baku sumber protein paling murah ini terjadi di sejumlah wiilayah. Harga kedelai yang semula di bawah Rp9.000 per kg menjadi Rp11.000 bahkan ada yang mencapai Rp12.000 per kg. Para produsen tahu tempe pun mengeluhkan kondisi ini karena imbasnya mereka kehilangan keuntungan cukup besar.
Bahkan, ada pula yang mengaku merugi sehingga mereka terpaksa memperkecil ukuran tempe kendati buntutnya diprotes pelanggan. Sebagai bentuk kekecewaan, para produsen tempe-tahun berencana menggelar aksi mogok kerja pada 21-23 Februari ini.
Masalah tataniaga pangan di negeri ini memang seolah tidak ada habisnya. Kisruh kenaikan harga bahan pokok selalu saja terjadi hampir setiap tahun dan di musim-musim tertentu. Begitupun soal kedelai. Kejadian ini bukan kali pertama terjadi.
Pertanyannya, bagaimana sesungguhnya tata kelola pangan di negeri ini? Mengapa rentan sekali terjadi fluktuasi harga yang akhirnya merugikan pedagang kecil dan konsumen kelas bawah?
Berbagai pertanyaan yang kerap mengemuka tersebut pantas disampaikan. Namun, respons otoritas terkait sepertinya nyaris sama dari tahun ke tahun.
Lihat Juga :