Amerika dan China Dinilai Punya Kepentingan di Pilpres 2024
Minggu, 20 Februari 2022 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Dia melihat Amerika merasa terganggu dan kurang nyaman dengan rezim saat ini. “Karena China lebih dominan dan banyak agenda besarnya yang berjalan mulus dengan mitra strategisnya Negara Indonesia,” tuturnya.
Baca: 3 Momen Kedekatan Anies - Ridwan Kamil, Sinyal Duet di Pilpres 2024?
Hal senada dikatakan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. “Pengaruh itu sesuatu yang tidak dapat dihindari, baik secara langsung maupun tidak,” kata Dedi kepada SINDOnews secara terpisah.
Dedi mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan sumber daya ekonomi yang besar. Sehingga, negara lain terutama yang memiliki kekuatan besar di dunia akan punya kepentingan terhadap pilpres di Indonesia.
“Terutama soal ekonomi, karena siapa yang akan memimpin Indonesia punya pengaruh terhadap kebijakan luar negeri, termasuk pengaruh pada relasi Amerika atau China. Untuk itu, dua negara itu jelas ikut serta dalam upaya memupuk harapan agar tokoh yang dapat menguntungkan mereka bisa memenangi pilpres,” pungkas Dedi.
Baca: Buruh Cilegon Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024-2029
Sementara itu, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan bahwa kepemimpinan nasional bisa menentukan arah mana politik luar negeri akan bersinggungan erat. “Apakah AS atau China. Makanya, tidak heran kalau negara-negara ini punya kepentingan di pilpres nanti,” kata Fadhli kepada SINDOnews secara terpisah.
Baca: 3 Momen Kedekatan Anies - Ridwan Kamil, Sinyal Duet di Pilpres 2024?
Hal senada dikatakan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. “Pengaruh itu sesuatu yang tidak dapat dihindari, baik secara langsung maupun tidak,” kata Dedi kepada SINDOnews secara terpisah.
Dedi mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan sumber daya ekonomi yang besar. Sehingga, negara lain terutama yang memiliki kekuatan besar di dunia akan punya kepentingan terhadap pilpres di Indonesia.
“Terutama soal ekonomi, karena siapa yang akan memimpin Indonesia punya pengaruh terhadap kebijakan luar negeri, termasuk pengaruh pada relasi Amerika atau China. Untuk itu, dua negara itu jelas ikut serta dalam upaya memupuk harapan agar tokoh yang dapat menguntungkan mereka bisa memenangi pilpres,” pungkas Dedi.
Baca: Buruh Cilegon Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024-2029
Sementara itu, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan bahwa kepemimpinan nasional bisa menentukan arah mana politik luar negeri akan bersinggungan erat. “Apakah AS atau China. Makanya, tidak heran kalau negara-negara ini punya kepentingan di pilpres nanti,” kata Fadhli kepada SINDOnews secara terpisah.
Lihat Juga :