Amerika dan China Dinilai Punya Kepentingan di Pilpres 2024
Minggu, 20 Februari 2022 - 07:11 WIB
loading...
Amerika Serikat (AS) dan China dinilai punya kepentingan dalam Pilpres 2024. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan China dinilai punya kepentingan dalam Pilpres 2024 . Hal tersebut dikemukakan oleh Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.
Pangi berpendapat bahwa selalu ada kepentingan negara Amerika Serikat dan China dalam kontestasi pilpres di Indonesia. “Ini seperti sulit dibuktikan, tapi bisa kita rasakan, bagaimana 2 negara ini punya kepentingan dan agenda besar menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis mereka,” kata Pangi Syarwi Chaniago kepada SINDOnews, Sabtu (19/2/2022).
Menurut Pangi, Amerika maupun China butuh Indonesia. Pangi menilai itu wajar karena Indonesia adalah negara besar dan kekayaan alamnya melimpah. Maka, kedua negara itu dinilainya sangat ketergantungan dengan Indonesia.
Baca juga: Relawan Terus Genjot Elektabilitas Ganjar Pranowo
“Jadi, saya pikir wajar AS dan China punya kepentingan di setiap pilpres Indonesia, kita bisa lihat 2 periode Jokowi berkuasa, bagaimana intimnya hubungan Indonesia dengan China, kita bisa lihat, negara ini seperti adik kakak, sementara pada saat yang sama AS belum tentu happy, wajar kita ingin bilang kiblat Indonesia di rezim Jokowi adalah China, bukan AS,” katanya.
Sehingga, dia meyakini Amerika Serikat akan berupaya merebut kembali pengaruhnya di Pilpres 2024. “Mereka (AS, red) p asti punya agenda agar kepentingan national (national interest) terhadap Indonesia,” ungkapnya.
Pangi berpendapat bahwa selalu ada kepentingan negara Amerika Serikat dan China dalam kontestasi pilpres di Indonesia. “Ini seperti sulit dibuktikan, tapi bisa kita rasakan, bagaimana 2 negara ini punya kepentingan dan agenda besar menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis mereka,” kata Pangi Syarwi Chaniago kepada SINDOnews, Sabtu (19/2/2022).
Menurut Pangi, Amerika maupun China butuh Indonesia. Pangi menilai itu wajar karena Indonesia adalah negara besar dan kekayaan alamnya melimpah. Maka, kedua negara itu dinilainya sangat ketergantungan dengan Indonesia.
Baca juga: Relawan Terus Genjot Elektabilitas Ganjar Pranowo
“Jadi, saya pikir wajar AS dan China punya kepentingan di setiap pilpres Indonesia, kita bisa lihat 2 periode Jokowi berkuasa, bagaimana intimnya hubungan Indonesia dengan China, kita bisa lihat, negara ini seperti adik kakak, sementara pada saat yang sama AS belum tentu happy, wajar kita ingin bilang kiblat Indonesia di rezim Jokowi adalah China, bukan AS,” katanya.
Sehingga, dia meyakini Amerika Serikat akan berupaya merebut kembali pengaruhnya di Pilpres 2024. “Mereka (AS, red) p asti punya agenda agar kepentingan national (national interest) terhadap Indonesia,” ungkapnya.
Lihat Juga :