Amerika dan China Dinilai Punya Kepentingan di Pilpres 2024

Minggu, 20 Februari 2022 - 07:11 WIB
loading...
A A A
Menurut dia, bukan sekadar kepentingan politik elektoral sebetulnya. “Lebih dari itu, ideologi, budaya, ekonomi, dan banyak aspek. Karena bangsa ini, besar, kaya, melimpah ruah, siapapun yang kuat akan punya kepentingan di republik ini, bukan hanya AS dan China. Seperti perawan cantik dan menarik, Indonesia itu digilai banyak pria, makanya negara-negara akan menebar pengaruhnya untuk menggolkan kepentingannya,” pungkasnya.

Manajer Pendidikan Pemilih pada Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Muhammad Hanif mengatakan bahwa pada dasarnya setiap negara yang memiliki peranan dan kekuatan cukup besar atau adidaya, pasti memiliki kepentingan kepada negara lainnya. “Tidak lepas Indonesia juga demikian,” kata Hanif.

Baca: Demokrat: Anies-AHY Bisa Jadi Duet Ideal

Artinya, kata dia, Indonesia yang memiliki kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang cukup banyak dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah akan menjadi modal dan kekuatan bagi negara lain jika menjalin hubungan secara erat. “Berkaitan dengan pilpres, ada indikasi bahwa negara tersebut memiliki kepentingan, dua negara superior ini sedang menunjukkan kekuatannya masing-masing, sehingga imbasnya pasti akan ke pilpres Indonesia yang nantinya kemungkinan ada intervensi dari kedua negara tersebut,” katanya

Menurut dia, bentuk intervensinya macam-macam. Lebih lanjut dia mengatakan jika dilihat dari jejak digital sejumlah pendapat para pengamat, pilpres sebelumnya juga disinyalir ada intervensi dari kedua negara tersebut.

“Jadi, akan ada kemungkinan bahwa kedua negara tersebut akan ada kepentingan pada pilpres Indonesia nanti karena Indonesia memiliki posisi strategis untuk menguatkan kedua negara tersebut,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved