Menunggu Terwujudnya Vaksin Merah Putih
Sabtu, 12 Februari 2022 - 10:49 WIB
loading...
Vaksin tetap akan dibutuhkan dalam jangka panjang. FOTO/WIN CAHYONO
A
A
A
Apa kabar vaksin merah merah putih? Pertanyaan ini relevan disampaikan karena pandemi Covid-19 belum juga usai. Bahkan dalam pekan ini pemerintah mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sebagai respons melonjaknya varian Omicron di Tanah Air.
Belum tuntasnya pandemi, salah satu penyebabnya adalah belum tuntasnya vaksinasi. Berdasar Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per Jumat (11/2) dari sasaran vaksinasi sebanyak 208.266.720 orang, sebanyak 187.918.754 orang di antaranya sudah mengikuti vaksinasi dosis 1 dan 134.403.989orang mengikuti vaksinasi dosis 2. Adapun yang telah mengikuti vaksinasi dosis 3 atau booster baru sebanyak 6.623.413orang.
Dengan fakta tersebut, kebutuhan vaksin untuk masyarakat Indonesia masih besar, terutama untuk dosis 2 dan booster.
Karena itulah, tugas pemerintah untuk mengamankan suplai vaksin masih harus terus dilakukan. Sejauh ini memang tidak ada kendala untuk mengamankan vaksin.Terbukti, di antara negara-negara non produsen vaksin, laju vaksinasi Indonesia terbaik. Pun di antara keseluruhan negara di dunia, negeri ini menempati peringkat kelima.
Tapi untuk bisa terus mengamankan kebutuhan vaksin tentu tidak mudah. Apalagi negara-negara produsen lebih mengutamakan kebutuhan domestik atau untuk agenda kepentingan nasionalnya. Belum lagi Indonesia harus menggentorkan dana yang tidak sedikit untuk mengimpor vaksin. Dengan demikian, selain memicu masalah ketergantungan, impor vaksin juga melepaskan kesempatan untuk bisa mengembangkan kompetensi anak bangsa dan potensi ekonomi.
Belum tuntasnya pandemi, salah satu penyebabnya adalah belum tuntasnya vaksinasi. Berdasar Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per Jumat (11/2) dari sasaran vaksinasi sebanyak 208.266.720 orang, sebanyak 187.918.754 orang di antaranya sudah mengikuti vaksinasi dosis 1 dan 134.403.989orang mengikuti vaksinasi dosis 2. Adapun yang telah mengikuti vaksinasi dosis 3 atau booster baru sebanyak 6.623.413orang.
Dengan fakta tersebut, kebutuhan vaksin untuk masyarakat Indonesia masih besar, terutama untuk dosis 2 dan booster.
Karena itulah, tugas pemerintah untuk mengamankan suplai vaksin masih harus terus dilakukan. Sejauh ini memang tidak ada kendala untuk mengamankan vaksin.Terbukti, di antara negara-negara non produsen vaksin, laju vaksinasi Indonesia terbaik. Pun di antara keseluruhan negara di dunia, negeri ini menempati peringkat kelima.
Tapi untuk bisa terus mengamankan kebutuhan vaksin tentu tidak mudah. Apalagi negara-negara produsen lebih mengutamakan kebutuhan domestik atau untuk agenda kepentingan nasionalnya. Belum lagi Indonesia harus menggentorkan dana yang tidak sedikit untuk mengimpor vaksin. Dengan demikian, selain memicu masalah ketergantungan, impor vaksin juga melepaskan kesempatan untuk bisa mengembangkan kompetensi anak bangsa dan potensi ekonomi.
Lihat Juga :