Pemerintah Didorong Galakkan Lagi Vaksinasi Covid-19
Jum'at, 28 April 2023 - 21:30 WIB
loading...
Pemerintah didorong menggalakkan kembali pelaksanaan vaksinasi lengkap dan booster pertama hingga kedua. Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah didorong menggalakkan kembali pelaksanaan vaksinasi lengkap dan booster pertama hingga kedua. Sebab, kasus Covid-19 saat ini meningkat yang dipengaruhi Subvarian Arcturus.
"Harus kembali menggalakkan vaksinasi booster kedua, yang sekarang sudah tidak banyak dibicarakan lagi," kata Pakar ilmu kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama, Jumat (28/4/2023).
Dia mengatakan, sebelum Lebaran beberapa kali kasus di atas 1.000. Data kasus Covid-19 saat Lebaran sempat menurun yang mungkin karena sampel kasus juga berkurang. Akan tetapi, setelah itu kasus kembali di atas 1.000.
Baca juga: Vaksinasi Dinilai Tetap Penting meski Covid-19 di Indonesia Terkendali
Pria yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini mengatakan, sebelum Lebaran beberapa kali kasus di atas 1.000. Dia menilai Arcturus menjadi penyebab kenaikan kasus di sejumlah negara, seperti India dan Singapura.
Lebih lanjut dia mengatakan, pakar University of Tokyo menyebut Arcturus lebih menular 1,17 sampai 1,27 kali dari varian yang ada sebelumnya, Kraken. Maka itu, dia mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penderita komorbid untuk lebih hati-hati.
"Harus kembali menggalakkan vaksinasi booster kedua, yang sekarang sudah tidak banyak dibicarakan lagi," kata Pakar ilmu kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama, Jumat (28/4/2023).
Dia mengatakan, sebelum Lebaran beberapa kali kasus di atas 1.000. Data kasus Covid-19 saat Lebaran sempat menurun yang mungkin karena sampel kasus juga berkurang. Akan tetapi, setelah itu kasus kembali di atas 1.000.
Baca juga: Vaksinasi Dinilai Tetap Penting meski Covid-19 di Indonesia Terkendali
Pria yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini mengatakan, sebelum Lebaran beberapa kali kasus di atas 1.000. Dia menilai Arcturus menjadi penyebab kenaikan kasus di sejumlah negara, seperti India dan Singapura.
Lebih lanjut dia mengatakan, pakar University of Tokyo menyebut Arcturus lebih menular 1,17 sampai 1,27 kali dari varian yang ada sebelumnya, Kraken. Maka itu, dia mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penderita komorbid untuk lebih hati-hati.
Lihat Juga :