Kolaborasi Jadi Kunci Meningkatkan Vaksinasi Covid-19
Rabu, 02 Februari 2022 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan 184,68 juta orang yang sudah divaksin merupakan capaian yang luar biasa dan Komisi IX mengapresiasi kinerja pemerintah, tapi capaian ini harus terus ditingkatkan, sehingga paling sedikit 80% populasi mendapatkan vaksinasi dan kelompok rentan seperti lansia menurut saya 100% harus divaksinasi," ucapnya.
Dia pun mengungkapkan beberapa hal yang harus segera dilakukan. Pertama, mempercepat pelaksanaan vaksinasi primer di seluruh wilayah Indonesia, terutama memastikan provinsi dan kabupaten/kota yang sudah terdeteksi transmisi lokal Omicron harus segera menyelesaikan target vaksinasi primer.
Kedua, memastikan 21,5 juta lansia mendapatkan vaksinasi lengkap. Sebab, kata dia, cakupan vaksinasi lengkap lansia masih di bawah 50% dan vaksinasi pertama masih ada kurang lebih 6 juta lansia yang belum mendapatkan vaksinasi pertama. "Lansia merupakan kelompok rentan dan jika belum divaksinasi akan menambah kerentanan jika terkena Omicron," ujarnya.
Ketiga, mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster di provinsi maupun kabupaten/kota yang ada tren kenaikan kasus dan ada transmisi lokal varian Omicron. "Pemerintah perlu mengkaji ulang apakah jeda 6 bulan bisa diperpendek seperti beberapa negara lain seperti Australia," pungkasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani. Laura juga menilai kolaborasi sangat perlu dilakukan sejak awal kemunculan pandemi Covid-19.
Laura menilai pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. "Banyak unsur yang harus berkolaborasi dan berkomitmen untuk melakukan upaya dalam mempercepat penghentian pandemi Covid-19," ujar Laura secara terpisah.
Lebih lanjut dia mengatakan, vaksinasi Covid-19 diharapkan bisa terus berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Naiknya kasus Covid-19 bukan menghentikan pemberian vaksin, tetapi memperketat prokes sehingga aman tidak berisiko tertular saat pemberian vaksin," katanya.
Dia mengakui 184,68 juta penduduk yang sudah divaksin tentu telah mencapai target cakupan vaksinasi. "Tetapi 184,68 atau lebih 85% ini adalah orang yang masih mendapatkan vaksin dosis 1 dan dosis lengkap baru sekitar 60 persenan. Ini masih menjadi PR pemerintah dalam mengejar target cakupan untuk dosis 2 dan mempercepat pencapaian itu," pungkasnya.
Dia pun mengungkapkan beberapa hal yang harus segera dilakukan. Pertama, mempercepat pelaksanaan vaksinasi primer di seluruh wilayah Indonesia, terutama memastikan provinsi dan kabupaten/kota yang sudah terdeteksi transmisi lokal Omicron harus segera menyelesaikan target vaksinasi primer.
Kedua, memastikan 21,5 juta lansia mendapatkan vaksinasi lengkap. Sebab, kata dia, cakupan vaksinasi lengkap lansia masih di bawah 50% dan vaksinasi pertama masih ada kurang lebih 6 juta lansia yang belum mendapatkan vaksinasi pertama. "Lansia merupakan kelompok rentan dan jika belum divaksinasi akan menambah kerentanan jika terkena Omicron," ujarnya.
Ketiga, mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster di provinsi maupun kabupaten/kota yang ada tren kenaikan kasus dan ada transmisi lokal varian Omicron. "Pemerintah perlu mengkaji ulang apakah jeda 6 bulan bisa diperpendek seperti beberapa negara lain seperti Australia," pungkasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani. Laura juga menilai kolaborasi sangat perlu dilakukan sejak awal kemunculan pandemi Covid-19.
Laura menilai pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. "Banyak unsur yang harus berkolaborasi dan berkomitmen untuk melakukan upaya dalam mempercepat penghentian pandemi Covid-19," ujar Laura secara terpisah.
Lebih lanjut dia mengatakan, vaksinasi Covid-19 diharapkan bisa terus berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Naiknya kasus Covid-19 bukan menghentikan pemberian vaksin, tetapi memperketat prokes sehingga aman tidak berisiko tertular saat pemberian vaksin," katanya.
Dia mengakui 184,68 juta penduduk yang sudah divaksin tentu telah mencapai target cakupan vaksinasi. "Tetapi 184,68 atau lebih 85% ini adalah orang yang masih mendapatkan vaksin dosis 1 dan dosis lengkap baru sekitar 60 persenan. Ini masih menjadi PR pemerintah dalam mengejar target cakupan untuk dosis 2 dan mempercepat pencapaian itu," pungkasnya.
Lihat Juga :