Mangkuk Merah, Rohana, dan Imlek

Rabu, 02 Februari 2022 - 15:24 WIB
loading...
Mangkuk Merah, Rohana,...
Rio Christiawan (Foto: Ist)
A A A
Rio Christiawan
Associate Professor Bidang Hukum, Dosen Pluralisme Universitas Prasetiya Mulya

PERISTIWA Mangkuk Merah 1967 adalah peristiwa penyerangan yang disertai pembunuhan dan pengusiran yang dilakukan oleh TNI bersama suku Dayak terhadap permukiman warga etnis Tionghoa di pedalaman Kalimantan Barat. Peristiwa yang terjadi antara September hingga Desember 1967 ini menjadi salah satu catatan sejarah Indonesia. Mangkuk Merah sendiri merupakan istilah ritual adat suku Dayak sebagai sarana konsolidasi dan mobilisasi pasukan lintas subsuku yang efektif serta efesien sekaligus simbol dimulainya perang.

Peristiwa tersebut menjadi awal persepsi adanya ancaman laten dalam relasi masyarakat keturunan Tionghoa dalam masyarakat Indonesia disamping setelahnya banyak peristiwa serupa seperti kerusuhan 1998. Sejatinya masyarakat Tionghoa merupakan bagian dari masyarakat Indonesia dan hidup berdampingan dengan suku lainnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Dalam berbagai kajian menunjukkan bahwa persepsi ancaman laten tersebut adalah adanya motif politis dan kini saatnya ditinggalkan.

Bahkan dalam perkembangannya peristiwa Mangkuk Merah yang dilatar belakangi hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia kala itu sudah mulai dilupakan oleh masyarakat kedua negara. Itu setidaknya terbukti melaui kisah Rohana. Kisah menyentuh tentang seorang anak pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia yang ditinggal sejak bayi oleh ibunya di Malaysia lalu diasuh oleh seorang warga keturunan Tionghoa. Kisah Rohana viral di media Malaysia baru-baru ini.

Anak tersebut bernama Rohana Abdullah, kini berusia 22 tahun dan menetap di Malaysia. Sang ibu yang bernama Salimah Osman, saat itu bekerja sebagai petugas kebersihan di Sekolah Taman Kanak-Kanak atau Tadika yang dikelola oleh Chee Hoi Lan. Salimah kemudian pulang ke Indonesia dan menitipkan Rohana yang masih berusia 2 bulan ke Chee Hoi Lan. Chee Hoi Lan yang merupakan seorang guru, merawat Rohana seperti anaknya sendiri. Kendati bukan seorang muslim, Chee menyekolahkan Rohana di Kelas Dasar Fardu Ain atau Kafa (sekolah dasar Islam di Malaysia) dan membesarkannya secara Islam.

Refleksi Imlek 2022
Soliditas hidup bermasyarakat seolah menjadi identitas langka yang harus dihidupkan kembali. Para elite bangsa dan seluruh komponen bangsa harus kembali memahami soliditas dalam perbedaan. Stuart Weiss (1996), seorang sosiolog menjelaskan bahwa soliditas adalah unsur yang harus ada dalam relasi antarmanusia karenanya tanpa soliditas dan kerekatan sosial suatu bangsa dapat tercerai berai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Pengaruh Asing Dinilai...
Pengaruh Asing Dinilai Menguat, Komunitas Tionghoa Imbau Kedepankan Keindonesiaan
Perayaan Natal Nasional...
Perayaan Natal Nasional 2025: Merawat Kebhinekaan dan Moderasi lewat Keteladanan
Aspertina: Solidaritas...
Aspertina: Solidaritas Antar Etnik Efektif Tangkal Upaya Pemecahbelahan Bangsa
Cap Go Meh Gala Feast...
Cap Go Meh Gala Feast Hidupkan Warisan Peranakan di House of Tugu Jakarta
Bangun Museum Peranakan...
Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok, Pramono: Bakal Terintegrasi dengan MRT
Unik dan Sarat Makna,...
Unik dan Sarat Makna, Masjid Tjia Kaang Hoo Hadir dengan Nuansa Tionghoa di Jakarta Timur
Rekomendasi
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved