Gimik Berbahasa dan Emosionalisme Temporer

Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:12 WIB
loading...
A A A
Simak juga gaya sinetron seperti ucapan remaja: “itu hp aku” atau “ini pacar aku”. Cermati juga kebiasaan kita ketika memberdayakan sms, wa, twitter, fb, atau instagram. Bagaimanakah reaksi kita? Gaya butuh aktualisasi. Mereka perlu ajang dan wahana. Mereka memiliki era tersendiri. Hidup hanya pada periode singkat.

Cermin retak berbahasa Indonesia seperti beberapa suguhan tadi hanyalah serpih menggayakan ataukah gimik berbahasa sebatas emosionalisme temporer. Gaya tersebut hidup di dunianya dan hilang dengan sendirinya. Bukankah gejala berbahasa seperti ini ditampung dalam kajian sosiolinguistik yang mengindikasikan bahwa setiap penutur dalam setiap etnis di negara kita memiliki struktur bahasa (daerah) yang berbeda-beda?

Salah besar jika kita memaksakan struktur setiap bahasa (daerah) disusupkan ke dalam satu kebakuan bahasa baru. Pendidikan, pembelajaran, atau pengajaran bahasa Indonesia di sekolah memang bersifat formatif, berdasarkan tata bahasa, dan tidak menjadikan siswa tertarik untuk belajar dan mempraktikkannya dengan benar. Seolah-olah bahasa Indonesia stagnan, krisis, dan hilang pesona. Benarkah?

Kita harus menyadari, media memiliki selingkung. Fakta ini harus kita pupuk analisis sehingga rakitan bahasa mencerminkan cara berpikir bangsa itu terwujud. Ujung-ujungnya, tuntutan ini pas jika ditagih dengan berbahasa Indonesia yang baik dan yang benar secara ragam tulis.

Biarlah menggelandang gado-gado kids jaman now itu! Akan tetapi, samakah gelitikan Prof Djoko Saryono dengan gelitikan Prima Sulistya, Edi AH Iyubenu, Riki Utomi, Rafita Dewi, hingga racauan artis Syahrini, Vicky Prasetyo, pun gimik berbahasa ala artis sinetron tanah air kita?

Eliminasilah keprihatinan berbahasa Indonesia!
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksara Bali Harus Tetap...
Aksara Bali Harus Tetap Hidup dan Berkembang di Era Digital
Menjadikan Bahasa Indonesia...
Menjadikan Bahasa Indonesia Keren Lagi
Makna Kata Nebeng yang...
Makna Kata Nebeng yang Lagi Ramai Diperbincangkan
5 Kata Ini Tidak Perlu...
5 Kata Ini Tidak Perlu Menggunakan Huruf H, Apa Saja?
Simak, 5 Istilah Sepak...
Simak, 5 Istilah Sepak Bola dalam Bahasa Indonesia: Nirbobol hingga Trigol
Ternyata Ini Faktor...
Ternyata Ini Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia
Sahur atau Saur? Ini...
Sahur atau Saur? Ini 10 Kata Baku Seputar Ramadan dengan Penulisan Sesuai KBBI
Sejarah dan Perkembangan...
Sejarah dan Perkembangan KBBI: Dari Kamus Cetak hingga 210 Ribu Entri Digital
Beda Arti Husnul dan...
Beda Arti Husnul dan Khusnul Khatimah, Awas Jangan Keliru Mengucapkannya!
Rekomendasi
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Berita Terkini
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved