Pembangunan Berkelanjutan: Mengharmoniskan Ekonomi dan Lingkungan
Kamis, 11 Juni 2020 - 04:59 WIB
loading...
A
A
A
Keenam, kita harus bekerja ekstrakeras, cerdas, dan ikhlas untuk tidak lagi membuang limbah B3 (bahan berbahaya beracun) ke lingkungan alam. Limbah jenis lain pun, baik berupa limbah padat, cair maupun gas (emisi karbon dan gas rumah kaca lain) harus seminimal mungkin dibuang ke lingkungan alam, agar tidak mengakibatkan pencemaran. Hal ini adalah keniscayaan dengan menggunakan teknologi proses (pabrik) yang zero waste (tanpa limbah), teknologi 3R, nanno bubble , dan teknologi industri 4.0. Ketujuh, kita harus menggalakkan program aksi untuk konservasi biodiversity (keanekaragaman hayati), baik pada tingkat gen, spesies, maupun ekosistem. Kedelapan, semua kegiatan pembukaan lahan, pembangunan kawasan industri, kawasan permukiman, perkotaan, konstruksi gedung dan bangunan lain, infrastruktur, dan pengubahan bentang alam (landscape ) lainnya, harus dirancang dan dikonstruksi dengan mengikuti struktur, karakteristik, dan dinamika lingkungan alam setempat (design and construction with nature ). Kesembilan, kita harus melakukan upaya mitigasi dan adaptasi secara serius terhadap perubahan iklim global, tsunami, gempa bumi, banjir, dan bencana alam lainnya.
Solusi paradigmatik
Pada saat yang sama, kita mesti mengganti sistem ekonomi kapitalis yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi untuk memenuhi hawa nafsu dan keserakahan manusia, tanpa menghiraukan kesejahteraan sesama yang masih fakir-miskin dan tidak peduli dengan kelestarian lingkungan bumi. Dengan paradigma ekonomi baru yang lebih ramah lingkungan (green, blue, and circular economy ), yang lebih inklusif dan berkeadilan, dan ramah sosial dan budaya. Perilaku individual kita manusia pun harus berubah. Dari yang konsumtif, boros, menumpuk harta, dan hedonis menjadi lebih hemat, tidak boros SDA, hidup sederhana, dan bahagia dengan berbagi kelebihan kepada sesama insan yang membutuhkan pertolongan.
Akhirnya, segenap solusi teknikal dan paradigmatik di atas hanya akan membuahkan hasil, jika didukung oleh sistem dan mekanisme politik yang kondusif bagi implementasi ekonomi hijau, biru, dan sirkular serta perbaikan gaya hidup individu manusia.
Solusi paradigmatik
Pada saat yang sama, kita mesti mengganti sistem ekonomi kapitalis yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi untuk memenuhi hawa nafsu dan keserakahan manusia, tanpa menghiraukan kesejahteraan sesama yang masih fakir-miskin dan tidak peduli dengan kelestarian lingkungan bumi. Dengan paradigma ekonomi baru yang lebih ramah lingkungan (green, blue, and circular economy ), yang lebih inklusif dan berkeadilan, dan ramah sosial dan budaya. Perilaku individual kita manusia pun harus berubah. Dari yang konsumtif, boros, menumpuk harta, dan hedonis menjadi lebih hemat, tidak boros SDA, hidup sederhana, dan bahagia dengan berbagi kelebihan kepada sesama insan yang membutuhkan pertolongan.
Akhirnya, segenap solusi teknikal dan paradigmatik di atas hanya akan membuahkan hasil, jika didukung oleh sistem dan mekanisme politik yang kondusif bagi implementasi ekonomi hijau, biru, dan sirkular serta perbaikan gaya hidup individu manusia.
(mpw)
Lihat Juga :