Kasus Omicron Meningkat, PB IDI Minta Pemerintah Tingkatkan Level PPKM
Sabtu, 15 Januari 2022 - 14:06 WIB
loading...
Ketua PB IDI Daeng M Faqih meminta pemerintah meningkatkan level PPKM untuk menekan percepatan penyebaran varian Omicron. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih meminta pemerintah mulai ambil ancang-ancang untuk meningkatkan level dari PPKM. Sebab, kasus Covid-19 varian Omicron menyebar dengan cepat melalui maraknya mobilitas warga.
"Peningkatan level PPKM itu harus mulai direncanakan pemerintah guna membatasi mobilitas. Kalau tidak, meskipun ini ringan tetap saja kecepatan penularan itu tinggi," jelas Daeng dalam diskusi MNC Trijaya FM, Sabtu (15/1/2022).
Dia mengungkapkan, penularan varian Omicron tak terpaku pada periode usia tertentu. Namun, lebih bagaimana massalnya mobilitas masyarakat. "Sebenarnya kalau usia-usia begitu dari segi daya tahan tubuh tidak lebih jelek dari lansia komorbid. Mobilitas itu faktor yang mendorong penularan akan lebih cepat lagi," ungkapnya.
Baca juga: Mengapa Sakit Kepala Jadi Gejala Khusus Omicron? Begini Penjelasannya
Daeng mengatakan, penyebaran Omicron yang ada di Indonesia sebesar 75% disebabkan pelaku perjalanan ke luar negeri. Oleh karenanya, pintu kedatangan haruslah lebih diperketat. "Ini mengisyaratkan bahwa seharusnya dan sebaiknya kita perketat itu yang dari luar. Kalau enggak nanti volumenya tambah lagi, meskipun sekarang sudah terjadi transmisi lokal. Tapk kalau volumenya dari luar terus banyak itukan lebih masif," katanya.
"Peningkatan level PPKM itu harus mulai direncanakan pemerintah guna membatasi mobilitas. Kalau tidak, meskipun ini ringan tetap saja kecepatan penularan itu tinggi," jelas Daeng dalam diskusi MNC Trijaya FM, Sabtu (15/1/2022).
Dia mengungkapkan, penularan varian Omicron tak terpaku pada periode usia tertentu. Namun, lebih bagaimana massalnya mobilitas masyarakat. "Sebenarnya kalau usia-usia begitu dari segi daya tahan tubuh tidak lebih jelek dari lansia komorbid. Mobilitas itu faktor yang mendorong penularan akan lebih cepat lagi," ungkapnya.
Baca juga: Mengapa Sakit Kepala Jadi Gejala Khusus Omicron? Begini Penjelasannya
Daeng mengatakan, penyebaran Omicron yang ada di Indonesia sebesar 75% disebabkan pelaku perjalanan ke luar negeri. Oleh karenanya, pintu kedatangan haruslah lebih diperketat. "Ini mengisyaratkan bahwa seharusnya dan sebaiknya kita perketat itu yang dari luar. Kalau enggak nanti volumenya tambah lagi, meskipun sekarang sudah terjadi transmisi lokal. Tapk kalau volumenya dari luar terus banyak itukan lebih masif," katanya.
Lihat Juga :