Ayo, Jadikan Keranjang Sampah Dapur Menjadi Komposter Sederhana

Senin, 13 Desember 2021 - 15:58 WIB
loading...
A A A
Setelah keranjang dan cairan fermentasi tersedia komposting pun siap dimulai dengan memasukkan sampah sayuran dan kulit buah yang sudah dicacah terlebih dahulu, pencacahan perlu dilakukan untuk memperbesar kontak bakteri pengurai dengan sampah yang akan diuraikan, kemudian sampah tersebut disirami dengan cairan fermentasi yang kelembabannya disesuaikan diperkirakan kelembabnya sekitar 15-25% (b/b) atau tidak membuat media terlalu lembab atau terlalu basah, setelah selesai memasukkan sampah, keranjang sampah tersebut dapat ditutup. Proses komposting tersebut dapat dilakukan setiap hari dengan memasukkan sampah dapur ke dalam keranjang takakura hingga terisi penuh. Untuk membantu aerasinya, dapat dilakukan dengan membolak-balikkan kompos.

Penambahan tanah atau cairan fermentasi jika diperlukan dapat dilakukan pada saat proses fermentasi. Selama proses komposting akan terjadi peningkatan temperatur pada media, panas yang terbentuk ini sangat diuntungkan bagi media karena dapat membunuh bakteri-bakteri pathogen penyebab penyakit yang ada pada media. Tahap terakhir dari proses pembuatan kompos yaitu dilakukan penyaringan kompos yang sudah matang dengan tujuan agar kompos lebih homogen dan terpisah dari material yang tidak terurai. Proses komposting akan berlangsung selama kurang lebih dua minggu sampai satu bulan. Kompos yang sudah matang dan siap digunakan akan berbentuk seperti tanah dan tidak berbau.

Manfaat kompos yang dihasilkan dari komposter rumah tanggga dapat ini dapat digunakan sebagai media tanam bagi penghijauan di pekarangan rumah, meningkatkan aerasi tanah, dan menyuburkan tanah sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan, selain itu kompos yang dihasilkan juga dapat bernilai ekonomis menambah pendapatan keluarga bila dikelola dengan baik untuk tujuan komersil. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan khususnya dalam upaya pengelolaan sampah rumah tangga, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang merasakan manfaat dari pengolahan sampah rumah tangga dengan teknologi sederhana ini.

Ayo, tunggu apa lagi. Mulailah dari sekarang untuk mengolah sampah kita dengan menjadikan keranjang Takakura solusi tepat untuk mengolah sampah dapur, sehingga sampah dapur yang kita hasilkan tidak lagi menjadi pencemar sumber penyakit, tapi berubah menjadi sumber manfaat bagi pelestarian lingkungan dan sumber daya alam kita.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Rekomendasi
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Argentina Dipaksa Cape...
Argentina Dipaksa Cape Verde Main 120 Menit
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
Berita Terkini
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved