Ayo, Jadikan Keranjang Sampah Dapur Menjadi Komposter Sederhana
Senin, 13 Desember 2021 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Teknik pengolahan sampah yang tepat untuk sampah dapur atau sampah organik yaitu dengan teknologi komposting. Sampah dapur berupa sayur-sayuran, kulit buah, sisa-sisa makanan merupakan sampah yang mudah diurai oleh bakteri pengurai di lingkungan sehingga dapat diolah menjadi kompos, namun tidak semua sampah dapur dapat diolah menjadi kompos, sampah dapur yang tidak dapat dikomposting tersebut seperti sampah-sampah yang sulit terurai dan sampah-sampah yang dapat mengundang lalat, serangga, tikus, atau hewan lain untuk datang, yang akan mengganggu proses komposting. Contoh sampah-sampah dapur yang tidak dapat dikomposting tersebut di antaranya; sampah kulit telur, tulang ikan, daging dan buah busuk. Sampah ini hendaknya dipisahkan dari sampah-sampah yang akan dikomposting agar tidak menimbulkan masalah selama pembuatan kompos. Secara keseluruhan dalam proses pengelolaan sampah rumah tangga upaya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya perlu dilakukan diawal guna mempermudah penanganannya lebih lanjut, pemilahan sampah dapat menjadi kunci keberhasilan tahap pengolahan sampah selanjutnya, begitu pula pada proses komposting tahapan pemilahan ini akan mempengaruhi kualitas kompos yang akan dihasilkan.
Salah satu cara mengolah sampah dapur atau sampah organik menjadi kompos adalah dengan menggunakan keranjang Takakura atau Takakura Home Method yang diperkenalkan oleh Koji Takakura, seorang ahli kimia terapan dari Himeji Institute of Technology di Jepang. Metode komposting skala rumah tangga ini dikembangkan oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Jepang. Sejak diperkenalkan pada tahun 2004 hingga saat ini, metode komposting Takakura telah dikenal luas dan berhasil diterapkan di berbagai negara, khususnya penerapan dalam skala rumah tangga. Metode komposting Takakura telah diakui dan terbukti sebagai suatu inovasi teknologi pengolahan sampah yang tepat guna.
Sistem Takakura ini didesain untuk beroperasi pada tempat yang kecil seperti dapur dan halaman sehingga sangat ideal untuk rumah tangga. Metode komposting menggunakan keranjang Takukura dengan cara kerjanya yang sederhana, mudah dipahami, dapat diterapkan oleh masyarakat serta menghasilkan kualitas pupuk yang baik, menjadi keunggulan tersendiri dari metode ini sebagai solusi pengolahan sampah rumah tangga. Metode pengomposan Keranjang Takakura memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode komposting lain di antaranya:
1. Praktis, karena sangat cocok untuk perumahan dengan lahan yang tidak begitu luas. Keranjang dapat ditempatkan di mana saja sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan.
2. Mudah, karena sampah hanya dimasukkan k edalam keranjang setiap harinya. Tanpa ada perlakukan khusus seperti menambahkan cairan atau bahan-bahan tambahan yang lain.
3. Tidak menimbulkan bau busuk, karena prosesnya melalui proses fermentasi.
Secara garis besar, terdapat 4 tahapan utama dalam menerapkan metode komposting Takakura, yaitu; 1. Membuat keranjang Takakura, 2. Membuat media fermentasi, 3. Membuat bibit kompos Takakura / cairan fermentasi, dan 4. Pengomposan. Dengan demikian pembuatan kompos dengan menggunakan keranjang Takakura diawali dengan tahap persiapan keranjang yang akan digunakan sebagai komposter, keranjang ini dapat memanfaatkan tempat sampah yang sudah ada, atau menyiapkan keranjang berlubang yang dilapisi sekelilingnya dengan karton bekas. Keranjang sampah yang akan digunakan harus berlubang selilingnya, untuk aerasi yang memungkinkan udara masuk selama proses. Pada dasar keranjang dilapisi oleh tanah atau kompos yang sudah jadi, atau dapat juga dilapisi oleh bantalan sekam untuk menyerap air sampah/ air lindi yang akan terbentuk selama proses komposting.
Setelah keranjang tersedia tahap selanjutnya adalah menyiapkan bibit kompos dengan membuat cairan fermentasi yang terdiri dari dua jenis larutan yaitu larutan manis (campuran gula dan ragi) dan larutan asin (campuran garam dan sayuran), larutan ini juga dapat dibuat sendiri dari sampah dapur yang ada sehingga lebih ekonomis karena memanfaatkan sampah yang ada, dan cairan ini tidak kalah fungsinya dengan cairan fermentasi yang ada di pasaran.
Salah satu cara mengolah sampah dapur atau sampah organik menjadi kompos adalah dengan menggunakan keranjang Takakura atau Takakura Home Method yang diperkenalkan oleh Koji Takakura, seorang ahli kimia terapan dari Himeji Institute of Technology di Jepang. Metode komposting skala rumah tangga ini dikembangkan oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Jepang. Sejak diperkenalkan pada tahun 2004 hingga saat ini, metode komposting Takakura telah dikenal luas dan berhasil diterapkan di berbagai negara, khususnya penerapan dalam skala rumah tangga. Metode komposting Takakura telah diakui dan terbukti sebagai suatu inovasi teknologi pengolahan sampah yang tepat guna.
Sistem Takakura ini didesain untuk beroperasi pada tempat yang kecil seperti dapur dan halaman sehingga sangat ideal untuk rumah tangga. Metode komposting menggunakan keranjang Takukura dengan cara kerjanya yang sederhana, mudah dipahami, dapat diterapkan oleh masyarakat serta menghasilkan kualitas pupuk yang baik, menjadi keunggulan tersendiri dari metode ini sebagai solusi pengolahan sampah rumah tangga. Metode pengomposan Keranjang Takakura memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode komposting lain di antaranya:
1. Praktis, karena sangat cocok untuk perumahan dengan lahan yang tidak begitu luas. Keranjang dapat ditempatkan di mana saja sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan.
2. Mudah, karena sampah hanya dimasukkan k edalam keranjang setiap harinya. Tanpa ada perlakukan khusus seperti menambahkan cairan atau bahan-bahan tambahan yang lain.
3. Tidak menimbulkan bau busuk, karena prosesnya melalui proses fermentasi.
Secara garis besar, terdapat 4 tahapan utama dalam menerapkan metode komposting Takakura, yaitu; 1. Membuat keranjang Takakura, 2. Membuat media fermentasi, 3. Membuat bibit kompos Takakura / cairan fermentasi, dan 4. Pengomposan. Dengan demikian pembuatan kompos dengan menggunakan keranjang Takakura diawali dengan tahap persiapan keranjang yang akan digunakan sebagai komposter, keranjang ini dapat memanfaatkan tempat sampah yang sudah ada, atau menyiapkan keranjang berlubang yang dilapisi sekelilingnya dengan karton bekas. Keranjang sampah yang akan digunakan harus berlubang selilingnya, untuk aerasi yang memungkinkan udara masuk selama proses. Pada dasar keranjang dilapisi oleh tanah atau kompos yang sudah jadi, atau dapat juga dilapisi oleh bantalan sekam untuk menyerap air sampah/ air lindi yang akan terbentuk selama proses komposting.
Setelah keranjang tersedia tahap selanjutnya adalah menyiapkan bibit kompos dengan membuat cairan fermentasi yang terdiri dari dua jenis larutan yaitu larutan manis (campuran gula dan ragi) dan larutan asin (campuran garam dan sayuran), larutan ini juga dapat dibuat sendiri dari sampah dapur yang ada sehingga lebih ekonomis karena memanfaatkan sampah yang ada, dan cairan ini tidak kalah fungsinya dengan cairan fermentasi yang ada di pasaran.
Lihat Juga :