Modal Sosial dalam Pandemi
Selasa, 02 Juni 2020 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
Modal sosial yang dimiliki masyarakat Indonesia sejatinya telah terbukti mempercepat pemulihan bencana, seperti saat tsunami Aceh 2004, gempa bumi Yogyakarta pada 2006, dan erupsi Merapi pada 2010. Karena itu, modal sosial tersebut kini juga mampu menjadi solusi bagi Indonesia dalam menghadapi bencana Covid-19.
Melalui modal sosial yang sudah ada, seharusnya masyarakat mampu membangun rasa kebersamaan, rasa senasib sepenanggungan, dan empati yang tinggi untuk masyarakat yang terdampak langsung pandemi ini. Gerakan ini, seperti Kampung Tangguh yang diinisiasi masyarakat dan dibantu oleh Universitas Brawijaya, Malang, terbukti mampu menahan sebaran, serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya pandemi dan bagaimana masyarakat harus bersikap.
Dari aspek itu juga PSBB di beberapa wilayah bisa berhasil dan ada wilayah PSBB yang tidak berjalan efektif. Kesadaran masyarakat, sikap gotong-royong, serta contoh-contoh yang baik dari para pengambil kebijakan dan pemimpin, akan membangun koneksitas rasa, yang berujung pada collective actions untuk bersama-sama memerangi Covid-19 ini.
Kita berharap berdasarkan modal sosial yang kita miliki saat ini, serta segala usaha yang sudah dikerahkan, pandemi sesegera mungkin berlalu dan kita mampu bangkit bersama untuk mengejar ketertinggalan yang diakibatkan oleh Covid-19 ini. Semoga.
Melalui modal sosial yang sudah ada, seharusnya masyarakat mampu membangun rasa kebersamaan, rasa senasib sepenanggungan, dan empati yang tinggi untuk masyarakat yang terdampak langsung pandemi ini. Gerakan ini, seperti Kampung Tangguh yang diinisiasi masyarakat dan dibantu oleh Universitas Brawijaya, Malang, terbukti mampu menahan sebaran, serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya pandemi dan bagaimana masyarakat harus bersikap.
Dari aspek itu juga PSBB di beberapa wilayah bisa berhasil dan ada wilayah PSBB yang tidak berjalan efektif. Kesadaran masyarakat, sikap gotong-royong, serta contoh-contoh yang baik dari para pengambil kebijakan dan pemimpin, akan membangun koneksitas rasa, yang berujung pada collective actions untuk bersama-sama memerangi Covid-19 ini.
Kita berharap berdasarkan modal sosial yang kita miliki saat ini, serta segala usaha yang sudah dikerahkan, pandemi sesegera mungkin berlalu dan kita mampu bangkit bersama untuk mengejar ketertinggalan yang diakibatkan oleh Covid-19 ini. Semoga.
(ysw)