Dikelilingi Negara yang Alami Lonjakan Kasus, Satgas Imbau Masyarakat Waspada

loading...
Dikelilingi Negara yang Alami Lonjakan Kasus, Satgas Imbau Masyarakat Waspada
Pandemi Covid-19 di Indonesia mulai terkendali hal ini tercatat dari kasus konfirmasi positif yang cukup rendah. Bahkan, kasus aktif juga sudah di sekitar 40.270 orang yang dirawat. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pandemi Covid-19 di Indonesia mulai terkendali hal ini tercatat dari kasus konfirmasi positif yang cukup rendah. Bahkan, kasus aktif juga sudah di sekitar 40.270 orang yang dirawat. Dan angka yang meninggal juga turun drastis.

“Yang pertama kita bersyukur ya karena kasus terkonfirmasi positif juga sudah cukup rendah. Lalu kemudian kasus aktif kita juga sudah sekitar 40.270, jumlah yang meninggal juga sudah turun secara drastis ya,” ujar Kepala Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harry Harmadi secara virtual, Selasa (28/9/2021). Baca juga: Tempat Tidur Pasien COVID-19 di Bandung Barat Nyaris Kosong, Tim Satgas: Jangan Lengah

Bahkan, kata Sonny, dalam seminggu terakhir orang yang di tes sudah mencapai 1,2 juta orang. “Lalu kemudian juga kita lihat vaksinasi cukup berhasil, di mana 136 juta orang sudah disuntik atau di berikan vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua.”

Sementara itu, positivity rate Covid-19 juga sudah di angka 1,45%. “Di mana bed occupancy rate kita juga sudah di bawah 10%, 9,68%. Kemampuan atau kapasitas tracing kita juga sudah naik di atas 10, di mana satu orang yang terkonfirmasi positif,” paparnya.



Sonny pun mengingatkan meskipun kinerja penanganan Covid-19 membuahkan hasil dengan penurunan kasus yang signifikan, namun Indonesia saat ini dikelilingi oleh negara-negara yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19 seperti Singapura juga Malaysia.

“Lalu kemudian dari data tersebut menunjukkan bahwa kinerja penanganan Covid-19 di Indonesia semakin baik. Tetapi harus ingat bahwa kita sedang dikelilingi oleh negara-negara yang sedang mengalami lonjakan kasus,” tutur Sonny.

Oleh karena itu, kata Sonny, antisipasi lonjakan kasus atau gelombang ketiga Covid-19 makan pelaksanaan PPKM masih terus diberlakukan. “Maka antisipasi untuk gelombang ketiga, dilakukan satu ya terhadap internal kita sendiri. Maka PPKM terus diberlakukan. Baik PPKM Level 3, 2, maupun 1,” katanya. Baca juga: 5.939 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri, 5.033 Orang Sembuh

“Lalu, kemudian testing terus ditingkatkan. Bahkan testing ini terus meningkat. Bandingkan saja misalnya pada 23-29 Mei lalu, dalam satu minggu jumlah orang yang dites di sekitar 434.000 dengan sekarang ya dalam 7 hari terakhir udah 1.190.000. Jadi memang terjadi peningkatan testing. Walaupun di dalamnya juga ada selain PCR juga ada TCM dan juga ada antigen. Sekitar 40 ribu perhari adalah tes PCR,” tutup Sonny.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top