Loyalis AHY Balas Kirim Pantun untuk Fahri Hamzah yang Bela Yusril
Senin, 27 September 2021 - 06:29 WIB
loading...
Wasekjen DPP Partai Demokrat, Irwan mengirimkan pantun sindiran kepada Fahri Hamzah yang membela langkah Yusril Ihza Mahendra menggugat AD/ART Partai Demokrat. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membela advokat Yusril Ihza Mahendra yang menggugat AD/ART 2020 Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA) dengan dalih demokratisasi parpol. Yusril yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi kuasa hukum empat mantan kader Partai Demokrat.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan menilai bahwa demokratisasi partai politik seperti dikemukakan Fahri Hamzah tidak bisa dimulai dengan proses pembegalan partai. Proses pembegalan partai oleh Moeldoko dan upaya hukum yang dilakukan oleh Yusril Ihza Mahendra tidak bisa dilepaskan konteksnya.
"Sehingga agenda demokratisasi yang dikemukakan oleh Fahri Hamzah dapat dimaknai sebagai upaya penguatan terhadap agenda Moeldoko membegal partai. Sehingga kami menolaknya dengan keras," kata pria yang akrab disapa Irwan Fecho ini, Senin (27/9/2021).
Baca juga: Fahri Hamzah Dukung Yusril Gugat AD ART Partai Demokrat ke MA
Irwan menjelaskan, beda halnya apabila demokratisasi parpol yang dimaksud oleh Fahri Hamzah bertitik tolak dari kesadarannya sejak awal membangun partai moderen dan demokratis. Fahri Hamzah baru sadar itu semuanya setelah dia terdepak dari PKS dan keluar dari zona nyaman yang dikritiknya sekarang.
"Padahal apa yang dialaminya tidak relevan dengan peristiwa Partai Demokrat. Itu urusan dia dengan partai lamanya," ujar legislator asal Kalimantan Timur ini.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan menilai bahwa demokratisasi partai politik seperti dikemukakan Fahri Hamzah tidak bisa dimulai dengan proses pembegalan partai. Proses pembegalan partai oleh Moeldoko dan upaya hukum yang dilakukan oleh Yusril Ihza Mahendra tidak bisa dilepaskan konteksnya.
"Sehingga agenda demokratisasi yang dikemukakan oleh Fahri Hamzah dapat dimaknai sebagai upaya penguatan terhadap agenda Moeldoko membegal partai. Sehingga kami menolaknya dengan keras," kata pria yang akrab disapa Irwan Fecho ini, Senin (27/9/2021).
Baca juga: Fahri Hamzah Dukung Yusril Gugat AD ART Partai Demokrat ke MA
Irwan menjelaskan, beda halnya apabila demokratisasi parpol yang dimaksud oleh Fahri Hamzah bertitik tolak dari kesadarannya sejak awal membangun partai moderen dan demokratis. Fahri Hamzah baru sadar itu semuanya setelah dia terdepak dari PKS dan keluar dari zona nyaman yang dikritiknya sekarang.
"Padahal apa yang dialaminya tidak relevan dengan peristiwa Partai Demokrat. Itu urusan dia dengan partai lamanya," ujar legislator asal Kalimantan Timur ini.
Lihat Juga :