Menebak Komposisi Capres 2024
Senin, 20 September 2021 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Menarik pula untuk dibahas soal komposisi capres 2024 mendatang. Publik mulai menerka kira-kira siapa yang akan maju di tahun 2024. Jika melihat hasil survei, ada 3 nama yang selalu masuk dalam top survei. Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan; Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto; dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kemungkinan besar mereka memiliki peluang untuk maju karena popularity scale-nya luas.
Jika ditarik ke belakang, menebak komposisi capres 2024, akan dipengaruhi oleh 5 faktor. Pertama, faktor partai politik. Partai politik merupakan acuan yang paling kuat mengingat syarat untuk maju harus disokong oleh partai.
Saat ini PDIP yang memiliki peluang untuk menentukan capres-nya sendiri dan ingin berkoalisi dengan siapa mengingat PDIP sebagai pemenang Pemilu. Selain itu, karena partai politik memiliki kekuatan untuk mendorong capres maka kemungkinan besar ketua partai memiliki peluang besar untuk maju.
Kedua, faktor Jawa dan luar Jawa. Karena demografi bangsa yang sangat luas dan menjangkaunya butuh waktu yang cukup panjang. Pilihan paket simulasi Jawa dan luar Jawa perlu diperhatikan. Waktu dan jarak serta efisiensi menjadi pertimbangan. Jika dipadukan paket ini maka kemungkinan paket ini disebut komposisi nusantara.
Publik tentu sudah mulai mendengar nama-nama kandidat di Jawa, sebut saja Anis Baswedan, Puan Maharani, Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, AHY, dan Ganjar Pranowo. Sedangkan, luar Jawa santer terdengar nama Sandiaga Uno, Tito Karnavian, Amran Sulaiman, Zulkifli Hasan, dan Erick Tohir.
Jika ditarik ke belakang, menebak komposisi capres 2024, akan dipengaruhi oleh 5 faktor. Pertama, faktor partai politik. Partai politik merupakan acuan yang paling kuat mengingat syarat untuk maju harus disokong oleh partai.
Saat ini PDIP yang memiliki peluang untuk menentukan capres-nya sendiri dan ingin berkoalisi dengan siapa mengingat PDIP sebagai pemenang Pemilu. Selain itu, karena partai politik memiliki kekuatan untuk mendorong capres maka kemungkinan besar ketua partai memiliki peluang besar untuk maju.
Kedua, faktor Jawa dan luar Jawa. Karena demografi bangsa yang sangat luas dan menjangkaunya butuh waktu yang cukup panjang. Pilihan paket simulasi Jawa dan luar Jawa perlu diperhatikan. Waktu dan jarak serta efisiensi menjadi pertimbangan. Jika dipadukan paket ini maka kemungkinan paket ini disebut komposisi nusantara.
Publik tentu sudah mulai mendengar nama-nama kandidat di Jawa, sebut saja Anis Baswedan, Puan Maharani, Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, AHY, dan Ganjar Pranowo. Sedangkan, luar Jawa santer terdengar nama Sandiaga Uno, Tito Karnavian, Amran Sulaiman, Zulkifli Hasan, dan Erick Tohir.