Indonesia Diminta Tak Terjebak dalam Isu Perang Dagang AS-China
Rabu, 15 September 2021 - 23:01 WIB
loading...
Seminar nasional secara hybrid bertajuk Hudson Institute dan Kebijakan Luar Negeri AS terhadap Muslim di Dunia yang digelar Indonesia Muslim Crisis Center (IMCC) dan Prodi Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang di Hotel Bumi Wiyata, De
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memiliki lembaga pemikir atau think thank guna mendukung kebijakan luar negeri bernama Hudson Institute. Lembaga tersebut yang memberikan pasokan informasi ke Istana Kepresidenan AS, termasuk informasi mengenai dunia Islam maupun islamphobia.
"Hudson Institute mempunyai posisi strategis dalam pengambilan keputusan kebijakan politik luar negeri USA hingga kini. Pemasok informasi ke istana termasuk isu islamphobia," ujar Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Ali Martin, Rabu (15/9/2021). Baca juga: Taiwan: Perang Dagang AS-China Meningkatkan Upaya Beijing Mencuri Teknologi
Ini disampaikan Ali dalam seminar nasional secara hybrid bertajuk "Hudson Institute dan Kebijakan Luar Negeri AS terhadap Muslim di Dunia" yang digelar Indonesia Muslim Crisis Center (IMCC) dan Prodi Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (15/9/2021).
Kehadiran lembaga seperti Hudson Institute, lanjut Ali, tidak terlepas dari peran AS sebagai 'polisi dunia' yang harus terus mereka jaga eksistensinya. Termasuk dalam rangka 'menjinakkan' negara atau kelompok Islam yang bukan hanya dianggap sekadar sebagai suatu agama.
"Dalam pandangan barat, Islam tak hanya agama namun juga ideologi yang sewaktu-waktu bisa meledak menjadi kekerasan," kata dia.
"Hudson Institute mempunyai posisi strategis dalam pengambilan keputusan kebijakan politik luar negeri USA hingga kini. Pemasok informasi ke istana termasuk isu islamphobia," ujar Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Ali Martin, Rabu (15/9/2021). Baca juga: Taiwan: Perang Dagang AS-China Meningkatkan Upaya Beijing Mencuri Teknologi
Ini disampaikan Ali dalam seminar nasional secara hybrid bertajuk "Hudson Institute dan Kebijakan Luar Negeri AS terhadap Muslim di Dunia" yang digelar Indonesia Muslim Crisis Center (IMCC) dan Prodi Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (15/9/2021).
Kehadiran lembaga seperti Hudson Institute, lanjut Ali, tidak terlepas dari peran AS sebagai 'polisi dunia' yang harus terus mereka jaga eksistensinya. Termasuk dalam rangka 'menjinakkan' negara atau kelompok Islam yang bukan hanya dianggap sekadar sebagai suatu agama.
"Dalam pandangan barat, Islam tak hanya agama namun juga ideologi yang sewaktu-waktu bisa meledak menjadi kekerasan," kata dia.
Lihat Juga :