Perlu Ada Inovasi Transportasi Umum di Era New Normal

Sabtu, 30 Mei 2020 - 04:19 WIB
loading...
Perlu Ada Inovasi Transportasi...
Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan, Banten, Senin 25 Mei 2020. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Transportasi umum akan menjadi salah satu titik krusial di masa kenormalan baru atau new normal . Perlu inovasi, aturan, dan pengawasan ketat agar tidak terjadi kerumunan orang.

Selama belum ada vaksin, pandemi virus Corona (Covid-19) belum akan berakhir. Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tepat dan membuat patuh masyarakat.

Kebijakan yang tepat dibutuhkan untuk menghindari penularan virus Sars Cov-II dengan jumlah korban yang lebih banyak di masa kenormalan baru.

Semua jenis moda transportasi, baik darat, laut, maupun, udara, wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pada transportasi udara, penumpang, petugas bandara, dan awak kabin, harus selalu menggunakan masker, menjaga jarak aman sekitar 1,5-2 meter, dan dilakukan cek suhu tubuh.

“Jika ada yang sakit, sebaiknya periksa ke dokter dan istirahat di rumah. Jaga jarak saat duduk dalam pesawat. Tempat duduk dikosongkan satu atau dua orang, kecuali untuk keluarga yang satu rumah bisa berdampingan duduknya,” ujarnya Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno kepada SINDOnews, Jumat 29 Mei 2020.(Baca juga: Update Corona: Positif 25.216 Orang, 6.492 Sembuh dan 1.520 Meninggal )

Aturan-aturan baru perlu diterapkan dan disosialisasikan kepada penumpang, misal jika ingin toilet harus izin ke awak kabin. Ini untuk menghindari antrean di depan toilet yang kemungkinan besar sulit untuk menjaga jarak aman.

Maskapai perlu juga menambahkan peralatan kesehatan, seperti masker dan pembagian makanan yang sudah di-packing supaya tetap higienis. Pramugari atau pramugara dalam membagikan makanan dan minuman sebaiknya menggunakan sarung tangan.

“Dilakukan disinfektan bandara dan dalam pesawat secara rutin. Saat check in, di meja check ada pembatas yang berbentuk plastik atau mika,” ujarnya.

Hal yang serupa juga wajib diterapkan di transportasi darat, seperti bus, angkot, dan kereta. Petugas harus mengatur kepadatan di dalam halte dan stasiun, serta dalam bus dan kereta.

Calon penumpang pun membiasakan diri untuk datang lebih awal ke stasiun atau terminal karena harus melewati sejumlah pemeriksaan kesehatan.

Indonesia bisa mencontoh dari Kota Shanghai, Tiongkok. Kota itu sudah mengalami fase penurunan penyebaran virus Sars Cov-II dan transportasi umum sudah dibuka kembali.

Menariknya, perusahaan penyedia transportasi terkemuka di sana, Shanghai Sunwin Bus Corporation (SUNWIN), melakukan inovasi. SUNWIN meluncurkan healthcare bus, yang dirancang khusus untuk mengurangi risiko penularan Sar Cov-II. Bus ini membuat transportasi umum lebih aman.

Bus ini dilengkapi dengan teknologi yang bisa membaca suhu tubuh penumpang. Jadi antara petugas atau supir dan penumpang tidak perlu saling berdekatan untuk mengecek suhu tubuh.

Bus ini juga memiliki pencahayaan ultraviolet yang baik dan sistem deteksi gas otomatis. Pencahayaan itu bertujuan mensterilkan dan membunuh virus.

“Pencahayaan ultraviolet yang mencapai 20 mj telah terbukti menghancurkan hingga 99 persen bahan genetik (DNA dan RNA) mikroorganisme, bakteri, dan virus yang lebih kecil dari 253,7 nm. Itu membuat mereka tidak dapat mereplikasi dan menghilangkan sumber infeksi,” kata Djoko.

Dia menerangkan bus seperti ini bisa dikembangkan dan diproduksi di Indonesia. Nantinya, bisa membantu pengembangan transportasi yang higienis.

“Di era kenormalan baru, pemihakan pada transportasi umum dapat lebih ditingkatkan. Minimal dipertahankan yang sudah ada,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalankan Mandat Prabowo...
Jalankan Mandat Prabowo Terkait Transisi Energi, Pertamina Wujudkan Transportasi Hijau
Tragedi Kapal Tenggelam...
Tragedi Kapal Tenggelam di Selat Bali, Ketua DPR: Perbaiki Tata Kelola Transportasi!
Asosiasi Pegiat Tol...
Asosiasi Pegiat Tol Indonesia Sambangi Kemenhub dan Kemendag
Transportasi Umum dan...
Transportasi Umum dan Konservasi Energi, Mengelola Kawasan Perkotaan Jabodetabek
Mencari Aman dan Nyaman...
Mencari Aman dan Nyaman di Transportasi Umum
Peran Erick Thohir Menyediakan...
Peran Erick Thohir Menyediakan Infrastruktur Transportasi Mudik Lebaran Dinilai Sukses
Seluruh Transportasi...
Seluruh Transportasi di Jakarta Gratis saat Idulfitri 2026
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Tolak Pemotongan 10%,...
Tolak Pemotongan 10%, Oraski Usulkan Opsi untuk Kesejahteraan Driver Online
Rekomendasi
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Australia vs Turki,...
Australia vs Turki, Gol Solo Nestory Irankunda Bikin Socceroos Unggul di Babak Pertama
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved