Suarakan Corruptor Fight Back, Akun Kejaksaan Sebut Sejumlah Kasus Korupsi
Minggu, 22 Agustus 2021 - 10:30 WIB
loading...
Tulisan Corruptor Fight Back atau koruptor melawan balik, ramai di sejumlah akun Kejaksaan RI. Seperti pada akun instagram Kejaksaan RI, Kejari Jakpus. Foto/Ig Kejaksaan
A
A
A
JAKARTA - Tulisan 'Corruptor Fight Back' atau koruptor melawan balik, tiba-tiba ramai di sejumlah akun milik Kejaksaan RI. Seperti pada akun instagram Kejaksaan RI, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat (Jakpus), Kejari Depok sampai Kejari Konawe Selatan.
Baca juga: Soal Survei KedaiKOPI, Pengamat: Kinerja Jaksa Agung di Atas Rata-rata
![Suarakan Corruptor Fight Back, Akun Kejaksaan Sebut Sejumlah Kasus Korupsi]()
"Berapapun kasus mega korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung, masih saja ada pihak-pihak yang ingin melemahkan capain kinerja kami," tulis dalam unggahan di Kejari Jakpus, Minggu (22/8/2021).
Baca juga: SMRC Kembali Gelar Survei terhadap Kejaksaan, Begini Hasilnya
Sementara di akun instagram Kejaksaan RI dituliskan Corruptor Fight Back, Prosecutor Will Be Stronger. Kemudian sejumlah kasus kakap yang tengah digarap Kejaksaan pun diungkap dalam postingan tersebut.
![Suarakan Corruptor Fight Back, Akun Kejaksaan Sebut Sejumlah Kasus Korupsi]()
"Kasus danareksa sekuritas Rp105 miliar, kasus impor textil Rp1,6 triliun, kasus Jiwasraya Rp16 triliun dan kasus Asabri Rp22 triliun," tulisnya.
Sebelumnya, hasil survei KedaiKOPI pada Kamis (12/8/2021) menunjukkan sebanyak 30,8% responden beralasan menurunnya performa kejaksaan, tidak transparan dalam penanganan kasus (22,7%), dan dianggap terlibat dalam kasus Pinangki (9%).
Baca juga: Soal Survei KedaiKOPI, Pengamat: Kinerja Jaksa Agung di Atas Rata-rata

"Berapapun kasus mega korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung, masih saja ada pihak-pihak yang ingin melemahkan capain kinerja kami," tulis dalam unggahan di Kejari Jakpus, Minggu (22/8/2021).
Baca juga: SMRC Kembali Gelar Survei terhadap Kejaksaan, Begini Hasilnya
Sementara di akun instagram Kejaksaan RI dituliskan Corruptor Fight Back, Prosecutor Will Be Stronger. Kemudian sejumlah kasus kakap yang tengah digarap Kejaksaan pun diungkap dalam postingan tersebut.

"Kasus danareksa sekuritas Rp105 miliar, kasus impor textil Rp1,6 triliun, kasus Jiwasraya Rp16 triliun dan kasus Asabri Rp22 triliun," tulisnya.
Sebelumnya, hasil survei KedaiKOPI pada Kamis (12/8/2021) menunjukkan sebanyak 30,8% responden beralasan menurunnya performa kejaksaan, tidak transparan dalam penanganan kasus (22,7%), dan dianggap terlibat dalam kasus Pinangki (9%).
Lihat Juga :