Pasca Dikuasai Taliban, JK Prediksi Pengaruh China Menguat di Afghanistan

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 21:52 WIB
loading...
Pasca Dikuasai Taliban,...
Mantan Wapres, Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa ada dua hal yang menjadi tantangan Afghanistan. Pertama, adalah persoalan disiplin pasukan Taliban. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa ada dua hal yang menjadi tantangan Afghanistan ke depan. Pertama, adalah persoalan disiplin pasukan Taliban.

“Apakah pasukan Taliban yang seperti saya katakan tadi sebagian besar dari daerah-daerah itu dapat menjalankan tugasnya sesuai kebijakan pusat. Sesuai dengan kebijakan pimpinan Taliban sendiri untuk bertindak secara moderat untuk menjaga merek tidak mencederai sesama bangsanya,” ujarnya dalam diskusi publik yang bertema Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Peran Indonesia, Sabtu (21/8/2021). Baca juga: JK Meyakini Konflik di Afganistan Bisa Diselesaikan Lewat Perundingan

Kedua, adalah masalah ekonomi. Selama ini ekonomi Afghanistan disokong oleh Amerika Serikat.

“Karena AS menghidupi ekonomi Afghanistan selama ini. Baik tentara nya maupun ekonomi lainnya, biaya operasional pemerintahannya. Itu semua dibiayai oleh Amerika,” tuturnya.

Dengan kondisi ini, JK pun memprediksi adanya kemungkinan pengaruh China di Afghanistan pada masa mendatang. Baca juga: Kalahkan 3 Negara Besar, JK Sebut Afghanistan Bangsa yang Kuat dan Hebat

“(Sokongan Amerika) Sekarang tentu ini tidak ada lagi. Eropa tentu tidak ada lagi. Maka bisa-bisa China sangat berpengaruh nanti Afghanistan,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Eks Waketum Projo Sebut...
Eks Waketum Projo Sebut Jokowi dan PSI Akan Babak Belur usai Serang JK Pakai Isu SARA
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Berita Terkini
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved